Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Emas Menguat Dipicu Pelemahan Dolar AS dan Ketegangan Rusia-Ukraina

Heri Sugiarto • Rabu, 21 Mei 2025 | 08:24 WIB

Harga emas dunia menguat lebih dari 1% pada Rabu  (21/5) seiring pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan ketegangan Rusia-Ukraina. (Foto AI: ilustrasi emas)
Harga emas dunia menguat lebih dari 1% pada Rabu (21/5) seiring pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan ketegangan Rusia-Ukraina. (Foto AI: ilustrasi emas)
PADEK.JAWAPOS.COM-Harga emas dunia menguat lebih dari 1% pada Rabu  (21/5) seiring pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan penurunan pasar saham di tengah ketidakpastian kebijakan tarif AS serta potensi gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina.

Harga emas di pasar spot naik 1,7% menjadi US$3.284,74 per ons pada pukul 00.45 WIB, sementara kontrak berjangka emas AS ditutup 1,6% lebih tinggi di US$3.284,60 per ons.

Pelemahan dolar AS terjadi setelah lembaga pemeringkat Moody’s menurunkan peringkat utang pemerintah AS dari “Aaa” menjadi “Aa1” pada Jumat lalu karena kekhawatiran terhadap utang nasional yang terus membengkak.

Dolar yang lebih lemah membuat emas menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lainnya.

“Masih ada tingkat ketidakpastian di pasar, terutama terkait penurunan peringkat oleh Moody’s dan pelemahan dolar yang secara keseluruhan mendukung logam mulia,” ujar David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, dilansir Reuters.

Sementara itu, saham-saham AS mengalami penurunan karena investor menantikan pemungutan suara penting di Washington terkait kebijakan pemotongan pajak besar-besaran yang diajukan oleh Presiden Donald Trump.

Ketidakpastian ini turut mendorong investor mengalihkan aset ke emas, yang dikenal sebagai aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi.

Analis pasar dari Blue Line Futures, Phillip Streible, menyebutkan bahwa emas kini berada dalam kisaran harga baru.

“Emas akan menghadapi resistensi kuat di US$3.350, dengan resistensi minor di US$3.300. Saat ini kita berada dalam kisaran perdagangan baru antara US$3.150 hingga US$3.350,” jelasnya.

Di sisi lain, ketegangan yang masih berlangsung antara Rusia dan Ukraina juga memengaruhi harga logam lainnya, terutama platinum dan paladium.

Menurut Meger, tidak tercapainya kesepakatan damai bisa memperketat pasokan logam tersebut dari Rusia, yang merupakan produsen paladium terbesar dunia dan produsen platinum terbesar kedua.

Pada hari yang sama, Uni Eropa dan Inggris mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia tanpa menunggu partisipasi dari AS, sehari setelah Presiden Trump berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putin namun gagal mendapatkan komitmen gencatan senjata.

Baca Juga: Perkuat Komitmen Layanan, Honda Hayati Gelar Kontes Layanan Honda Regional 2025

Harga platinum melonjak 5% ke level tertinggi sejak Oktober 2024 di US$1.048,05 per ons, sementara paladium naik 4,2% menjadi US$1.015,58 per ons—tertinggi sejak 4 Februari. Sementara itu, harga perak spot turut menguat 2,1% menjadi US$33,01 per ons.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#pelemahan dolar AS #logam mulia #emas naik #konflik rusia ukraina #harga emas 21 mei 2025 #Moodys downgrade #aset safe haven #pasar saham as #harga emas hari ini