Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Bawang Merah di Dharmasraya Tembus Rp 45 Ribu per Kg

Zulfia Anita • Senin, 16 Juni 2025 | 07:55 WIB

 

Salah seorang pedagang cabai sedang melayani pembeli di Pasar Baru Pulau Punjung.
Salah seorang pedagang cabai sedang melayani pembeli di Pasar Baru Pulau Punjung.
PADEK.JAWAPOS.COM—Harga sejumlah kebutuhan pokok (sembako) di Pasar Baru Pulau Punjung, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya kembali berfluktuatif. Salah satunya komoditas bawang merah.

Harga bawang merah kualitas besar kini mencapai Rp 45 ribu per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang berkisar antara Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram. Sementara bawang merah ukuran kecil dijual seharga Rp 30 ribu per kilogram.

Menurut Musri, 38, salah seorang pedagang setempat, kenaikan harga tersebut disebabkan karena berkurangnya pasokan bawang merah lokal. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab berkurangnya pasokan tersebut. ”Harga bawang merah naik lagi, Kak,” ujarnya saat melayani pembeli pada Minggu (15/6).

Selain bawang merah, harga cabai merah juga menunjukkan tren kenaikan. Sebelumnya berada di kisaran Rp 25 ribu hingga Rp 28 ribu per kilogram, kini cabai merah dijual Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram, tergantung jenisnya.

Tomat merah pun mengalami kenaikan harga, dari sebelumnya Rp 13 ribu menjadi Rp 15 ribu per kilogram, khusus untuk jenis tomat jus. Sementara itu, harga bawang putih cenderung stabil di angka Rp 40 ribu per kilogram.

Berbeda dengan cabai merah, harga cabai rawit justru mengalami penurunan cukup signifikan. Dari sebelumnya Rp 60 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram, tergantung kualitas. Harga kentang juga relatif stabil. Kentang kuning dijual Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu per kilogram, sedangkan kentang merah Rp 18 ribu per kilogram.

“Alhamdulillah, kalau harga cabai turun, penjualan bisa meningkat. Kalau mahal, pembeli hanya sanggup beli seperempat kilo. Tapi kalau murah, banyak yang beli sampai satu kilogram,” ungkap Musri. Sementara itu, Meri, 29, warga Pulau Punjung, menyambut baik penurunan harga cabai merah.

Alhamdulillah, sudah jauh turun. Dulu waktu mahal, terasa banget dampaknya. Tapi sekarang bawang merah yang malah naik,” katanya.

Menurut Meri, jika harus memilih, ia lebih memilih harga bawang merah yang mahal ketimbang cabai. ”Karena bawang merah pemakaiannya sedikit, satu kali masak paling empat atau lima siung. Tapi kalau cabai, bisa sampai seperempat kilo sekali masak,” ujarnya. (*)

Editor : Eri Mardinal
#bawang merah #Pulau Punjung #dharmasraya