Kenaikan dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik antara Israel dan Iran, serta pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyerukan warga evakuasi dari Teheran.
Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$3.388,57 per troy ounce pada pukul 04.18 GMT. Sebelumnya, harga emas sempat turun lebih dari 1% pada perdagangan Senin (16/6/2025).
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS (U.S. gold futures) tercatat turun 0,3% ke level US$3.407,20 per troy ounce.
"Sentimen pasar terus berfluktuasi antara eskalasi dan de-eskalasi terkait situasi di Timur Tengah. Perubahan sentimen inilah yang mendorong pergerakan harga emas di sekitar level US$3.400," ujar Tim Waterer, Kepala Analis Pasar di KCM Trade, dilansir Reuters.
Ketegangan antara Israel dan Iran memasuki hari kelima. Pada Senin, Israel dilaporkan menyerang lembaga penyiaran milik negara Iran.
Di saat bersamaan, Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan terjadi kerusakan besar pada fasilitas pengayaan uranium terbesar di Iran.
Presiden AS Donald Trump, yang pulang lebih awal dari KTT G7 di Kanada pada Senin malam, menyerukan agar warga Iran segera mengevakuasi diri dari Teheran.
Seruan tersebut disampaikan setelah Iran menolak kesepakatan pembatasan pengembangan nuklir.
Laporan juga menyebutkan Trump meminta Dewan Keamanan Nasional AS tetap siaga di Situation Room.
Harga emas kerap dianggap sebagai aset safe haven saat terjadi ketidakpastian geopolitik maupun ekonomi.
Menurut Waterer, tingkat ketidakpastian yang ada, baik terkait perang tarif maupun konflik bersenjata, cukup untuk menjaga harga emas tetap tinggi dan membuka peluang kembali ke level US$3.500.
Sementara itu, harga perak spot naik 0,2% menjadi US$36,41 per troy ounce, platinum menguat 0,2% ke level US$1.248,17, dan palladium naik 0,2% menjadi US$1.031,13 per troy ounce.
Menanti Pengumuman The Fed
Pelaku pasar juga menantikan hasil pertemuan Federal Reserve Amerika Serikat (Fed) yang dijadwalkan dimulai hari ini, dengan pengumuman keputusan suku bunga pada Rabu.
The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga saat ini, namun perhatian pasar akan tertuju pada pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, mengenai prospek pemangkasan suku bunga ke depan.
Saat ini, pelaku pasar memperkirakan akan terjadi dua kali pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun.(*)
Editor : Heri Sugiarto