Penghargaan Top 100 The Finance ini berlangsung pada hari Jumat (20/6) di Marylin Hotel, Jakarta. Ke-17 BPR tersebut terbagi dalam tiga kelompok. Mulai berasetkan di atas Rp 100 miliar, berasetkan Rp 35 miliar-Rp 100 Miliar dan berasetkan Rp 5 miliar sampai Rp 35 miliar.
”Alhamdulillah, BPR dari Sumbar kembali berhasil membuktikan diri dan kinerjanya dengan sangat baik. Tahun 2025 ini ada 17 BPR asal Sumbar dan Bengkulu yang terpilih dan mendapat penghargaan Top 100 The Finance dari majalah Finance. Penghargaan ini menunjukkan kepada kita semua para pelaku bisnis BPR di Sumbar tidak kalah bersaing dengan BPR lainnya di Indonesia,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Bank Perekonomian Rakyat/Syariah Indonesia (DPD Perbarindo) Sumbar-Bengkulu H Syofian Sara kepada Padang Ekspres kemarin.
Menurut Syofian Sara, berhasilnya kembali Sumbar mendominasi dalam Top 100 The Finance tahun 2025 ini memang sudah diperkirakan. Sebab, sampai September 2024 kinerja mayoritas BPR/S di Sumbar relatif bagus.
”Hingga September tahun 2024, kinerja BPR/S di Sumbar dan Bengkulu masih bagus. Sejumlah indikator usaha masih bertumbuh double digit, mulai dari aset, dana pihak ketiga, realisasi kredit dan laba. Selain itu ratio kualitas aktiva produktif-nya pun kian membaik,” ujar Syofian Sara.
Dari 17 BPR yang meraih penghargaan ini ada yang sudah lima kali berturut turut. Ada pula empat tahun, hingga baru satu tahun. Satu hal yang pasti baik Top 100 Finance maupun Info Bank, Sumbar selalu mencatatkan diri dan relatif mendominasi.
Sementara itu, Eko B Suoriyanto dari Majalah Finance mengungkapkan Top 100 The Finance memang sedikit berbeda dengan Info Bank. Kalau Info Bank berbasiskan kinerja tahunan, sedangkan Top 100 Finance berbasis kinerja hingga triwulan III (Q-3) September tiga tahun sebelumnya.
”Hingga bulan September selama tiga tahun berturut turut kita menilai, menganalisa dan meratting kinerja BPR di seluruh Indonesia. Ada lima penilaian utamanya. Pertama, pencapaian dan pertumbuhan aset. Kedua pertumbuhan dana pihak ketiga. Ketiga, pertumbuhan kredit. Keempat pertumbuhan laba dan kelima ratio kualitas aktiva produktif dengan indikator NPL, BOPO, CAR, Intermediasi dan NIM.
”Setiap kategori penilaian memiliki bobot yang berbeda. Total dari bobot dan skor kelima indikator inilah yang diakumulasi menjadi nilai. 100 peraih bobot kumulatif terbaik terpilih menjadi yang terbaik. Dari data kami, terdapat 1.518 BPR yang kami rating dalam berbagai tingkatan aset,” ucap Eko B Supriyanto.
Dari data yang didapatkan Padang Ekspres ke-17 BPR tersebut adalah BPR Gema Pesisir dan BPR Harau untuk kategori aset BPR berasetkan di atas Rp 100 miliar. Untuk kelompk aset Rp 35 miliar sampai Rp 100 miliar adalah BPR Khatulistiwa, BPR Batang Kapas dan BPR Lengayang.
Sementara itu BPR dengan aset antara Rp 5 miliar sampai Rp 35 miliar diantaranya, BPR X Koto Singkarak, BPR Gema Ampek Koto, BPR Solok Selatan, BPR Arta Niaga Solok, BPT MOS Muara Panas, BPR Batang Palangki, BPR Talawi Sakato, BPR Prima Mulia Anugrah, BPR Majo Lelo Sati Tambun Ijuk, BPR Sipora. Sedangkan dua BPR lagi berasal dari DPK Bengkulu diantaranya BPR Mungko2 Makmur dan BPR Mindo Sari Curub. (*)
Editor : Eri Mardinal