Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Pinang Kering di Solsel Turun Lagi

Arditono Padek • Selasa, 15 Juli 2025 | 06:37 WIB

 

Petani pinang, Ajo Buah sedang menjemur pinang di halaman rumahnya, kemarin.
Petani pinang, Ajo Buah sedang menjemur pinang di halaman rumahnya, kemarin.
PADEK.JAWAPOS.COM–Harga pinang kering di Kabupaten Solok Selatan (Solsel) kembali mengalami penurunan. Dalam sebulan terakhir, harga komoditas ini anjlok dari Rp 14.000 menjadi Rp 11.000 per kilogram.

Penurunan tersebut terjadi merata di tujuh kecamatan, menyisakan kekecewaan di kalangan petani. Mereka sebelumnya bersemangat memanen di tengah terik matahari, kini justru memilih menunggu harga membaik.

Firdaus, 39, seorang petani yang sudah lebih dari satu dekade bergelut dengan tanaman pinang, mengungkapkan sebagian besar petani kini lebih memilih menanti harga membaik, daripada memanen buah yang hasil jualnya tak sebanding.

”Kalau harganya segini terus, banyak yang memilih diam. Sudah capek di ladang, pas dijual, uangnya malah habis buat transportasi,” katanya Firdaus di Lubuk Gadang Timur, kemarin.

Meski demikian, Firdaus mengingatkan kondisi saat ini belum separah masa-masa suram sebelumnya, ketika harga pinang sempat jatuh bebas hingga Rp 4.000 per kilogram. Meski belum menyentuh titik nadir, tren penurunan ini tetap memicu kekhawatiran.

Ajo Buah, petani lainnya, mengeluhkan penurunan harga seperti ini jika terus berlanjut membuatnya berpikir dua kali untuk memetik pinang dari kebunnya yang berada jauh di pelosok.

”Waktu harganya Rp 14.000 masih lumayan lah. Tapi sekarang Rp 11.000. Kalau turun lagi, ya saya pikir-pikir dulu. Soalnya ladang saya jauh. Nggak sepadan dengan hasilnya,” tuturnya sambil geleng kepala.

Para petani berharap agar pemerintah daerah segera turun tangan untuk menstabilkan harga. Mereka meminta perhatian yang lebih serius, bukan hanya janji manis saat musim kampanye. Dengan suara yang penuh harap, para petani menanti solusi konkret agar jerih payah mereka di ladang tak berakhir sia-sia

”Kondisi ini bukan hanya menyulitkan petani, tapi juga berpotensi mengganggu rantai distribusi dan pasokan pinang secara keseluruhan,” ujarnya. (*)

 

Editor : Eri Mardinal
#pinang turun #solok selatan #pinang