Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dari Limbah Jadi Berkah, Batok Kelapa di Solok Selatan Kini Bernilai Ekonomi

Hendra Efison • Senin, 18 Agustus 2025 | 20:36 WIB

Batok kelapa di Solok Selatan kini bernilai ekonomi. Dari limbah jadi berkah, tampuruang dimanfaatkan untuk briket, kerajinan.
Batok kelapa di Solok Selatan kini bernilai ekonomi. Dari limbah jadi berkah, tampuruang dimanfaatkan untuk briket, kerajinan.
PADEK.JAWAPOS.COM – Batok kelapa atau tampuruang yang dahulu hanya berakhir sebagai sampah kini menjelma menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat.

Di sebuah dapur produksi kue tradisional di Nagari Pasir Talang, Kecamatan Sungai Pagu, tumpukan batok kelapa memenuhi karung-karung besar.

Suara khas terdengar ketika batok-batok itu dilempar dan beradu, seolah menjadi simbol perubahan nilai dari limbah menjadi berkah ekonomi.

Dahulu, batok kelapa hanya dibakar atau dibuang. Namun kini, limbah tersebut dikumpulkan dan dijual kembali, memberikan tambahan penghasilan bagi pelaku UMKM dan masyarakat sekitar.

“Dulu dibuang saja, sekarang bisa dijual. Hasilnya lumayan untuk tambahan belanja,” ujar seorang pelaku usaha kuliner di Sungai Pagu, Ida, Senin (18/8/2025).

Solok Selatan sendiri dikenal sebagai daerah penghasil kelapa. Pohon kelapa tumbuh subur hampir di seluruh kecamatan, mulai dari Pauh Duo, Koto Parik Gadang Diateh, hingga Sangir dan Sangir Jujuan. Hampir seluruh bagian pohon kelapa kini termanfaatkan, mulai dari buah, daun, lidi, batang, hingga batoknya.

Harga dan Permintaan Tinggi

Melihat potensi besar tersebut, sejumlah pengepul mulai rutin mengumpulkan batok kelapa dari pelaku usaha maupun warga.

Batok-batok tersebut kemudian dijual sebagai bahan baku pembuatan briket arang kelapa, yang semakin diminati karena dinilai lebih ramah lingkungan dibanding arang kayu.

“Harganya bervariasi, mulai dari Rp2.000 sampai Rp2.800 per kilogram. Kalau stok banyak, biasanya cepat habis karena permintaan tinggi,” ungkap salah seorang pengepul di kawasan Sungai Pagu.

Potensi Kerajinan dan Inovasi Lokal

Selain menjadi bahan briket, batok kelapa juga dimanfaatkan untuk berbagai keperluan lain, seperti kerajinan tangan, wadah makanan tradisional, hingga dekorasi rumah.

Inovasi ini tidak hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga memperkuat peran masyarakat lokal dalam rantai industri kecil berbasis bahan alami.

Fenomena ini membuktikan bagaimana masyarakat Solok Selatan mampu mengubah sesuatu yang dianggap limbah menjadi sumber penghasilan yang nyata.

“Tidak ada yang sia-sia dari pohon kelapa. Semuanya bisa dimanfaatkan,” kata seorang pelaku usaha sambil menunjukkan karung-karung batok kelapa yang siap dipasarkan.

Dari Sungai Pagu ke Pasar Lintas Daerah

Dari sudut dapur kecil di Sungai Pagu hingga pasar briket lintas daerah, batok kelapa kini menjadi bagian penting dalam perputaran ekonomi lokal.

Inisiatif masyarakat memanfaatkan tampuruang memperlihatkan ketekunan sekaligus kreativitas dalam menggali potensi yang tersedia di sekitar mereka.

Dengan meningkatnya permintaan, nilai ekonomi batok kelapa diyakini akan terus bertumbuh dan menjadi salah satu penopang tambahan bagi perekonomian rumah tangga masyarakat Solok Selatan.(*)

 

Editor : Hendra Efison
#Batok Kelapa di Solok Selatan #Kini Bernilai Ekonomi #Dari Limbah Jadi Berkah