Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Cabai Tembus Rp80 Ribu per Kilogram, Bawang Merah Naik ke Rp70 Ribu

Yulicef Anthony • Rabu, 17 September 2025 | 13:00 WIB

Harga cabai merah terus merangkak naik.(Jawapos)
Harga cabai merah terus merangkak naik.(Jawapos)

PADEK.JAWAPOS.COM-Harga cabai merah melonjak drastis hingga mencapai Rp80.000 per kilogram di Kabupaten Sijunjung, Minggu (14/9).

Kondisi ini membuat masyarakat kewalahan karena pasokan menurun dan biaya hidup semakin tinggi. Kenaikan harga cabai merah turut diikuti oleh komoditas bawang merah.

Dari harga sebelumnya Rp40.000 per kilogram, kini melesat menjadi Rp70.000. Hal ini memunculkan kekhawatiran akan kemungkinan fluktuasi harga sejumlah bahan pokok lainnya dalam waktu dekat.

Sementara itu, harga telur ayam ras masih relatif stabil, yakni di kisaran Rp 55.000 hingga Rp 60.000 per krat (isi 30 butir). Harga daging ayam potong juga terpantau stabil, rata-rata dijual Rp65.000 per ekor.

Untuk beras premium seperti jenis Asokan dan Anak Daro, dibanderol antara Rp19.000 hingga Rp 20.000 per kilogram, atau sekitar Rp 180.000 per kemasan 10 kilogram.

Beras kualitas standar dijual Rp 17.000 hingga Rp 18.000 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah berkisar antara Rp 14.000 hingga Rp15.000 per kilogram.

Minyak goreng curah bertengger di harga Rp26.000 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng kemasan mencapai Rp 18.000 per liter, tergantung merek.

Melihat tren harga kebutuhan pokok yang terus berfluktuasi, masyarakat mulai merasa resah. Terlebih, kondisi ekonomi saat ini sedang mendapat tekanan berat.

Sejumlah sektor usaha kerakyatan mengalami kemacetan dan penurunan omzet. Sementara itu, persaingan global makin kompetitif. Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengelola pengeluaran harian.

Segala bentuk pembelanjaan yang tidak mendesak disarankan untuk ditangguhkan terlebih dahulu, guna memenuhi kebutuhan pokok keluarga. Kondisi ini paling dirasakan oleh kelompok masyarakat berpenghasilan rendah, seperti buruh harian dan pekerja serabutan.

Geni, 45, seorang pedagang kebutuhan harian di Jalan M. Yamin, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, membenarkan bahwa harga kebutuhan pokok saat ini cenderung naik.

“Ya, selama dua bulan terakhir, harga kebutuhan pokok memang naik turun. Namun, sekarang mulai ada yang melambung tinggi,” ujar Geni.

Ia menyebut cabai merah sebagai komoditas dengan lonjakan harga tertinggi, dari Rp60.000 menjadi Rp80.000 per kilogram. Ini merupakan harga tertinggi sejak awal tahun 2025.

Bawang merah juga mengalami lonjakan, dari sebelumnya Rp 40.000–Rp 50.000 menjadi Rp 70.000 per kilogram. Kondisi ini membuat sebagian besar masyarakat merasa tertekan.

“Naik turunnya harga terjadi dari produsen. Namun demikian, daya beli masyarakat sejauh ini masih relatif stabil,” pungkas Geni. (atn)

Editor : Novitri Selvia
#harga cabai #fluktuasi #sembako