Selama tiga bulan terakhir, ia menekuni bisnis tahu goreng yang berlokasi di bawah jembatan layang kawasan setempat.
Sebelumnya, Syafriani sempat berjualan bengkuang. Namun, menurutnya, keuntungan dari usaha tersebut tidak seberapa.
“Lebih untung jual tahu ini, jadi saya berhenti jual bengkuang dan beralih ke tahu,” kata Syafriani, Jumat (26/9/2025).
Satu potong tahu goreng yang ia jajakan dibanderol Rp1.000. Meski murah, tahu tersebut tetap gurih karena disajikan panas setelah digoreng.
Menariknya, bahan baku tahu ia beli dari pabrik yang sudah dilengkapi bumbu. “Jadi saya tinggal goreng saja, karena sudah diantar setiap hari,” ujarnya.
Pemilihan lokasi di bawah jembatan flyover bukan tanpa alasan. Menurutnya, tempat tersebut lebih ramai dan strategis, sehingga banyak pengendara singgah untuk membeli camilan tahu goreng panas.
Dalam sehari, Syafriani mampu menjual 300 hingga 500 potong tahu. Jika 300 potong laku, ia bisa membawa pulang Rp150 ribu.
Sementara jika 500 potong terjual, keuntungan bersihnya bisa mencapai Rp250 ribu per hari.
“Kalau untuk sekarang lumayanlah hasilnya. Saya buka jam 10 pagi sampai malam, biasanya jam 8 atau 9 malam. Kadang kalau ramai sampai jam 10 malam,” katanya.
Syafriani menargetkan penjualan bisa mencapai 600 sampai 700 potong tahu per hari.
Ia juga berharap usahanya semakin dikenal banyak orang, terutama oleh pelancong yang melintas di Jalan Raya Padang–Bukittinggi.
Dengan modal sederhana, lokasi strategis, dan harga terjangkau, Tahu Kayangan milik Syafriani kini menjadi salah satu pilihan camilan murah meriah di Batang Anai.(andre / mg9)
Editor : Hendra Efison