Berdasarkan pantauan selama dua bulan terakhir, fluktuasi harga cabai merah cenderung meningkat. Pada awal Agustus, harga cabai berada di angka Rp 60 ribu per kilogram, lalu naik menjadi Rp 80 ribu pertengahan September, hingga akhirnya mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Lonjakan harga ini berdampak pada terbatasnya pasokan di pasaran, sehingga membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Tidak hanya cabai, harga bawang merah juga meningkat tajam. Dari sebelumnya Rp 40 ribu per kilogram, kini mencapai Rp 70 ribu. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahan kebutuhan pokok lainnya berpotensi mengikuti tren kenaikan harga.
Sementara itu, beberapa komoditas masih relatif stabil. Telur ayam ras terpantau masih stabil di kisaran Rp 55.000-60.000 per krat (isi 30 butir), daging ayam potong rata-rata Rp 65.000 per ekor dan daging sapi Rp 150.000 per kilogram.
Untuk beras premium, seperti jenis Asokan dan Anak Daro dibanderol antara Rp 19.000 hingga Rp 20.000 per kilogram, atau sekitar Rp 180.000 kemasan 10 kilogram. Sementara itu, beras kualitas standar dijual Rp 17.000 hingga Rp 18.000, dan kualitas bawah Rp 14.000 hingga Rp 15.000 per kilogram. Minyak goreng curah Rp 26.000 per kilogram dan minyak goreng kemasan mencapai Rp 18.000 per liter (tergantung merek).
Geni, 45, seorang pedagang kebutuhan harian di Jalan M. Yamin, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, menyebut harga-harga kebutuhan pokok memang bergerak naik.
”Ya, selama dua bulan terakhir harga kebutuhan pokok memang naik, namun itu masih dalam batas wajar. Namun sekarang di antaranya ada melambung tinggi. Seperti cabai merah dari Rp 80.000 per kilogram naik menjadi Rp 100.000. Ini merupakan harga tertinggi selama tahun 2025. Lalu bawang merah, dari sebelumnya Rp 40.000- 50.000 per kilogram merangkak naik menjadi Rp 70.000. Begitulah kondisi harga barang kebutuhan sekarang,” katanya.
Menurutnya, naik turunnya harga terjadi sejak dari produsen. Namun begitu daya beli masyarakat masih relatif stabil.
Pemkab Pasbar Gelar GPM
Sementara itu, untuk menekan harga bahan kebutuhan pokok, Pemkab Pasbar melalui Dinas Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kotosawah, Sabtu (27/9).
GPM tersebut dibuka oleh Ketua TP PKK Pasbar Sifrowati Yulianto bersama Kepala Dinas Pangan Ekadiana Oktavia. Ia mengapresiasi sinergi Pemkab dengan Bank Indonesia, Bank Nagari, Bank Syariah Indonesia, dan Perum Bulog.
”GPM ini wujud kepedulian pemerintah membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga pangan,” ujarnya.
Warga dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga subsidi, antara lain beras Rp 63.000/karung, gula Rp 15.000/kg, minyak goreng Rp 14.000/liter, cabai Rp 60.000/kg, bawang merah Rp 26.000/kg dan telur Rp 45.000/tray. Stok yang disediakan meliputi 3 ton beras, 200 kg gula, 200 liter minyak, 50 kg cabai, 50 kg bawang merah, dan 100 tray telur. Pasar murah ini diharapkan menekan inflasi dan menjaga daya beli warga. (*)
Editor : Eri Mardinal