”Di sini minyak goreng 1 liter itu Rp 15.500. Kalau harga pasarannya kan Rp 17.000,” ujar Anes Fardila, 25, salah seorang warga Pasa Kandang, Nagari Lubuakaluang, usai membeli kebutuhan dapur di program GPM itu.
Ia pun mengatakan, harga minya akan lebih murah lagi, apabilah dirinya menggunakan kupon yang diberi oleh Pemkab Padangpariaman. ”Kalau pakai kupon, minyak yang Rp 15.500 per liter, bisa jadi Rp 10.500 per liternya. Sebab kupon itu setara uang Rp 5.000,” jelasnya.
Hanya saja, ia tidak menggunakan kuponnya untuk membeli minyak goreng. Melainkan, menggunakannya untuk membeli telur. “Kalau harga minyak kan masih terjangkau. Sedangkan telur cukup tinggi harganya. Makanya lebih bagus menggunakan kupon untuk itu,” hematnya.
Sedangkan warga lainnya, Asmiwati, 34, mengatakan bahwa program pangan murah itu sangat membantu. “Kalau belanja di pasar, sudah pasti harganya jauh lebih mahal,” ungkap ibu dua anak dari Sintuak Toboh Gadang ini.
Untuk itu, ia berharap pemerintah rutin menggelar program pangan murah di kecamatan. ”Kalau bisa besok di Sintuak. Dan kalau bisa juga nilai kuponnya dinaikkan sedikit lagilah,” candanya.
Sedangkan Kabid Ketahanan Pangan Dispertangan Padangpariaman, Taufik Hidayat, menjelaskan program pangan murah itu sudah yang keenam dilaksanakan pihaknya tahun ini. ”Lima kegiatan sebelumnya, kita adakan dengan Pemprov Sumbar. Kali ini dengan Bulog,” jelasnya.
Taufik memaparkan, dalam GPM di halaman Kantor Camat Lubuakaluang itu, Bulog menyediakan beras, minyak goreng, dan gula. Sedangkan pihaknya menyediakan cabai, telur, sayuran, dan buah.
”Kita menyediakan 100 tray telur, 37 kg cabai, sayuran berupa kacang-kacangan 100 ikat, terong 30 kg, dan buah alpukat sekitar 30 kg,” jelasnya.
”Kami juga menyediakan kupon untuk warga agar bisa dapat potongan harga lagi. Jadi, harga jual sudah murah, ditambah lagi potongan jika membeli dengan kupon,” sambung Taufik.
Untuk penyaluran kupon, pihaknya bekerja sama dengan Bank Nagari. ”Jadi satu warga hanya bisa satu kupon. Nilai kupon tentu sesuai kemampuan anggaran daerah,” ungkapnya.
Taufik membenarkan bahwa GPM adalah upaya untuk menjaga stabilitas harga pangan di tengah-tengah masyarakat. Untuk itu, pangan yang disediakan memang sesuai dengan pangan yang sedang naik harganya di pasaran.
Sedangkan Tim Bazar GPM dari Bulog, Aulia Husna, menjelaskan pihaknya membawa tiga komoditas. Yakni beras, gula dan minyak goreng. Jumlah stok gula yang dibawa pihaknya yaitu sebanyak 100 kg, beras 100 karung, dan minyak goreng 600 liter.
”Untuk harga, beras itu Rp 60.000 per karung isi 5kg. Sedangkan gula Rp 17.000 per kg. Lalu minyak goreng Rp 15.500 per liter. Harga itu di luar kupon. Jadi, kalau pakai kupon dipotong lagi Rp 5.000,” paparnya. (*)
Editor : Eri Mardinal