Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

IHSG-Rupiah Menguat di Kala Pemerintah AS Shutdown

Eri Mardinal • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 07:28 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
PADEK.JAWAPOS.COMIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah masih kukuh meski pasar global tengah dibayangi potensi shutdown (penutupan) pemerintah Amerika Serikat (AS). Analis melihat pasar relatif belum banyak bereaksi menyikapi langkah AS tersebut.

Kemarin, IHSG naik 47,22 poin atau 0,59 persen ke level 8.118,3. Justru dengan fenomena shutdown tersebut, analis melihat IHSG tidak menutup kemungkinan untuk mengalami tren penguatan.

”Jika melihat ke belakang, ketika pemerintah AS mengalami shutdown terakhir pada 2018, IHSG justru mengalami kenaikan selama periode 35 hari penutupan pemerintahan AS tersebut,” ujar Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan terhadap USD pada perdagangan menjelang akhir pekan. Pada penutupan Jumat (3/10), rupiah naik 43 poin ke level Rp 16.555 per USD, setelah sebelumnya sempat melemah 25 poin dari posisi penutupan hari sebelumnya di Rp 16.598.

Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan bergerak mendekati kisaran Rp16.550 pada pekan depan. Pelaku pasar cenderung mengabaikan kekhawatiran dampak langsung dari shutdown AS. ”Fokus investor kini lebih tertuju pada data ketenagakerjaan swasta AS, mengingat rilis data non-farm payrolls (NFP) September 2025 tertunda akibat penghentian operasional pemerintah,” bebernya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai penghentian operasional sementara atau shutdown pemerintah AS turut memberi dampak pada agenda perundingan dagang Indonesia-AS.

”Dampaknya jelas, terkait dengan perundingan dagang. Dengan shutdown ya berhenti dulu,” ujar Airlangga.

Meskipun demikian, dia optimistis kondisi tersebut tidak akan memengaruhi hasil akhir perundingan. Mayoritas poin pembahasan dengan Amerika Serikat sudah disepakati. Airlangga juga memastikan tidak ada efek lanjutan terhadap nilai tukar rupiah.

”Operasional pemerintahan berbeda dengan mekanisme pasar keuangan. Tidak (mengganggu rupiah, red), itu kan (shutdown) pemerintah AS, beda,” tegasnya. (*)

Editor : Eri Mardinal
#pemerintah as #rupiah #ihsg