Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemprov Sumbar untuk memperkuat akses pasar bagi petani muda melalui inovasi pemasaran langsung ke instansi pemerintah. Baik penjual maupun pembeli mengaku diuntungkan dari terobosan tersebut.
Salah satu peserta, Hariyanda Ade Sagita (29), petani muda pemilik Hortisius Agriculturae Centrum, mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini.
“Selama ini kendalanya di pemasaran. Sekarang kami diberi ruang menjual langsung ke instansi pemerintah. Hasilnya, 300 paket sayur yang saya bawa habis dalam empat jam,” ujar Hariyanda.
Ia menilai inisiatif ini memberi semangat baru bagi petani milenial untuk terus berproduksi dan berinovasi di sektor pertanian.
“Kalau kegiatan seperti ini rutin, anak muda akan makin tertarik jadi petani,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung, Yenrita (54), mengapresiasi langkah Pemprov Sumbar menghadirkan pasar sayur segar di lingkungan perkantoran.
“Sayurannya segar, harganya terjangkau, dan bisa dibeli di jam istirahat tanpa ke pasar,” katanya.
Kepala Badan Kesbangpol Sumbar, Mursalim, selaku penggagas kegiatan ini menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari proyek perubahan dalam Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I yang ia jalani.
“Kita ingin ubah persepsi bahwa pertanian itu pekerjaan kumuh. Dengan teknologi dan inovasi, sektor ini bisa menjanjikan secara ekonomi,” ujar Mursalim.
Ia menambahkan, Pemprov Sumbar tengah menyiapkan Peraturan Gubernur (Pergub) untuk menjadi payung hukum kolaborasi antar-OPD dalam mendorong digitalisasi, penerapan teknologi, dan regenerasi petani di Sumbar.
Langkah ini diharapkan memperkuat ekosistem pertanian modern berbasis inovasi dan keterlibatan aktif generasi muda di sektor pangan.(*)
Editor : Hendra Efison