Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-45 ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan bahan pokok yang terjangkau bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Pessel, Firdaus mengatakan bahan pangan yang dijual dalam GPM ini lebih rendah dibanding harga pasar. Beberapa komoditas yang tersedia antara lain beras, cabai, telur, dan minyak goreng, dengan selisih harga sekitar Rp 2.500 hingga Rp 3.000 per item.
”Selain membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis untuk menekan laju inflasi di daerah,” ungkap Firdaus.
Bupati Pessel, Hendrajoni dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan GPM di Kecamatan Lengayang, dan mendorong agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin di kecamatan lainnya.
”Kami terus berupaya menstabilkan harga pangan meski di tengah keterbatasan anggaran daerah. Ini bagian dari komitmen kami untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat,” tegasnya.
Camat Lengayang, Alpriyendri menyampaikan terima kasih kepada bupati karena menjadikan kecamatan itu sebagai salah satu titik kegiatan pasar murah di Pesisir Selatan.
”Antusiasme masyarakat luar biasa. Kegiatan ini bukan hanya membantu masyarakat, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat,” ungkapnya. (*)
Editor : Eri Mardinal