Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Raup Puluhan Juta Rupiah, Kisah Sukses Beternak Ikan Nila di Lahan Sempit Pekarangan Rumah

Mengki Kurniawan • Kamis, 30 Oktober 2025 | 18:44 WIB

Sepria Arizal Dasman (45), saat memberi makan ikan nilanya di Kampung Pinang, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kamis siang (30/10/2025). (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
Sepria Arizal Dasman (45), saat memberi makan ikan nilanya di Kampung Pinang, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kamis siang (30/10/2025). (Foto: Mengki Kurniawan/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Siapa sangka lahan sempit di pekarangan rumah bisa mendatangkan keuntungan besar. Dua warga Kota Padang berhasil membuktikannya lewat usaha budidaya ikan Nila yang kini menghasilkan omzet puluhan juta rupiah setiap panen.

Adalah Andi, warga Kampung Jua, Lubukbegalung, dan rekannya Sepria Arizal Dasman (45), warga Kampung Pinang, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh.

Keduanya mengubah pekarangan kecil menjadi kolam ikan berukuran 6 meter persegi dan telah rutin berproduksi selama dua tahun terakhir.

“Kolamnya tidak besar, tapi hasilnya cukup lumayan. Kami isi dua kolam dengan umur ikan berbeda supaya bisa panen bergantian,” ujar Sepria Arizal Dasman saat ditemui di Kampung Pinang, Kamis siang (30/10/2025).

Bibit ikan Nila didatangkan langsung dari Maninjau, Kabupaten Agam, karena dinilai memiliki kualitas unggul. Harga bibit berkisar Rp200 per ekor dengan ukuran satu hingga dua jari.

“Kami ambil dari Maninjau karena kualitasnya terjamin. Jadi ikan yang kami jual benar-benar terbaik,” tambahnya.

Dalam satu siklus budidaya enam bulan, mereka mampu memanen hingga 1,5 ton ikan Nila. Dengan harga jual Rp30.000 per kilogram, omzet yang diraih mencapai Rp39 juta hingga Rp45 juta per panen.

Namun, perjalanan usaha ini tidak selalu mulus. Mereka pernah mengalami kerugian saat bendungan Sungai Gunung Nago terputus, menyebabkan kolam kekeringan.

Serangan virus ikan juga sempat melanda, ditandai dengan gejala mata bengkak dan perut membesar pada ikan.

“Dari situ kami belajar menjaga kualitas air dan kebersihan kolam. Itu kunci utama agar ikan tetap sehat,” tutur Sepria.

Untuk menjaga efisiensi, seluruh hasil panen dijual langsung ke pedagang ikan di pasar, bukan secara eceran. Strategi ini membuat mereka bisa fokus pada budidaya tanpa harus repot mengurus penjualan kecil-kecilan.

Kisah Andi dan Sepria menjadi bukti nyata bahwa usaha kecil dengan lahan terbatas bisa berkembang besar jika dikelola dengan tekun dan inovatif.

Budidaya ikan Nila di pekarangan kini menjadi inspirasi baru bagi warga Kota Padang dalam memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan ekonomi keluarga. (Mengki Kurniawan/CR3)

Editor : Hendra Efison
#bisnis ikan menguntungkan #budidaya ikan Nila #usaha ikan Padang #kolam ikan pekarangan