Dari jumlah tersebut, Satriadi mampu menghasilkan 70 hingga 80 butir telur per hari, angka yang dianggap cukup menjanjikan bagi peternak kecil. Ia menuturkan bahwa keberhasilan itu didukung oleh sistem pemeliharaan tertutup dan penggunaan pakan standar ayam petelur yang efisien namun tetap produktif.
“Itik-itik dikurung dalam kandang tertutup dan diberi pakan seperti ayam petelur. Alhamdulillah, hasilnya stabil,” ujar Satriadi saat ditemui, Jumat (31/10/2025).
Meski sudah menunjukkan hasil positif, Satriadi mengaku masih menghadapi keterbatasan modal dan fasilitas. Ia berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah atau pihak terkait untuk memperluas skala usahanya.
“Untuk naik kelas, kami butuh bantuan. Baik tambahan modal, pembangunan kandang yang lebih besar, maupun pasokan pakan yang lebih terjangkau. Dukungan pemerintah sangat berarti agar peternak kecil bisa berkembang,” ungkapnya.
Kisah Satriadi mencerminkan semangat wirausaha lokal di sektor peternakan yang berpotensi memperkuat ekonomi daerah. Dukungan kebijakan dan pendampingan dari pemerintah diharapkan dapat membantu peternak seperti dirinya agar mampu bersaing dan meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.(cr2)
Editor : Hendra Efison