Morgan Stanley menyatakan, meski harga emas baru-baru ini sempat memasuki wilayah ‘overbought’ menurut indikator RSI (Relative Strength Index), koreksi terakhir telah menyehatkan pasar dan membersihkan posisi investor.
Bank investasi ini memperkirakan permintaan emas dari exchange-traded fund (ETF) akan terus meningkat seiring penurunan suku bunga.
Selain itu, pembelian oleh bank sentral diprediksi tetap stabil meski dengan laju yang lebih lambat, ditambah permintaan perhiasan yang cenderung stabil.
Namun, Morgan Stanley mengingatkan risiko penurunan harga tetap ada. Volatilitas harga yang tinggi dapat mendorong investor beralih ke kelas aset lain, atau keputusan bank sentral untuk mengurangi cadangan emas dapat menekan pasar.
Sepanjang tahun 2025, harga emas telah meningkat lebih dari 54%, mencatat sejumlah rekor tertinggi, termasuk puncak terbaru di $4.381,21 per ons pada 20 Oktober. Sejak itu, harga emas turun lebih dari 8%.
Kenaikan harga tahun ini didorong oleh ketidakpastian geopolitik, ekspektasi pemangkasan suku bunga, pembelian oleh bank sentral, dan aliran masuk besar pada ETF berbasis emas.(*)
Editor : Heri Sugiarto