Pertumbuhan ekonomi ini jauh lebih rendah dibandingkan Triwulan II-2025 (3,94%) dan Triwulan I-2025 (4,55%). Bahkan, jika dilihat dari tren 2023 hingga 2025, ini adalah angka pertumbuhan terendah dalam periode tersebut.
Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, nilai ekonomi Sumatera Barat mencapai Rp88,31 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp51,65 triliun.
Secara triwulanan (quarter to quarter), ekonomi Sumatera Barat mengalami kontraksi 0,10 persen dibandingkan triwulan II-2025. Sementara secara kumulatif hingga triwulan III-2025 (cumulative to cumulative), pertumbuhan ekonomi mencapai 3,94 persen.
Pertumbuhan Berdasarkan Lapangan Usaha
Dari sisi produksi, lapangan usaha Jasa Lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi secara tahunan sebesar 10,10 persen (y-on-y), diikuti Industri Pengolahan yang tumbuh 9,06 persen, Jasa Pendidikan sebesar 7,69 persen, dan Jasa Kesehatan serta Kegiatan Sosial sebesar 6,93 persen.
Secara triwulanan, Industri Pengolahan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 8,81 persen (q-to-q). Sementara itu, Konstruksi dan Transportasi serta Pergudangan mengalami kontraksi masing-masing sebesar 1,02 persen dan 0,95 persen.
Struktur PDRB atas dasar harga berlaku menunjukkan perekonomian Sumatera Barat masih didominasi oleh lima sektor utama, yaitu:
-
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 21,79 persen,
-
Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 17,10 persen,
-
Transportasi dan Pergudangan sebesar 10,62 persen,
-
Konstruksi sebesar 9,65 persen, dan
-
Industri Pengolahan sebesar 9,04 persen.
Kelima sektor tersebut memberikan kontribusi 68,20 persen terhadap total perekonomian daerah.
Berdasarkan Komponen Pengeluaran
Dari sisi pengeluaran, Impor Luar Negeri mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 52,18 persen (y-on-y), diikuti Ekspor Luar Negeri yang tumbuh 38,53 persen. Komponen Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) meningkat 1,64 persen, sementara Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) terkontraksi 1,16 persen.
Struktur PDRB menurut pengeluaran masih didominasi oleh Konsumsi Rumah Tangga dengan kontribusi 51,68 persen, disusul PMTB sebesar 28,84 persen, Ekspor Luar Negeri sebesar 15,50 persen, dan Konsumsi Pemerintah sebesar 8,62 persen.
Lapangan usaha Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib mencatat kontraksi terdalam sebesar 21,04 persen (q-to-q), sementara sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tumbuh stabil sebesar 2,83 persen (y-on-y).
Posisi Sumatera Barat di Pulau Sumatera
Secara spasial, Sumatera Barat memberikan kontribusi sebesar 6,60 persen terhadap perekonomian Pulau Sumatera dan 1,48 persen terhadap perekonomian nasional.
Dengan pertumbuhan 3,36 persen, posisi Sumatera Barat berada di peringkat ke-9 dari 10 provinsi di Pulau Sumatera, di bawah Kepulauan Riau (7,48 persen), Sumatera Selatan (5,20 persen), dan Riau (4,98 persen).(*)
Editor : Heri Sugiarto