Kegiatan ini mengangkat tema “Sinergi Pemerintah, HIPMI, dan Kampus: Infrastruktur, Kebijakan, dan Inovasi untuk Startup dan UMKM Naik Kelas.”
Dalam paparannya, Fadly Amran menyampaikan pertumbuhan ekonomi Kota Padang cukup tinggi, mencapai 4,65 persen, mendekati pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5 persen. Angka kemiskinan juga berhasil ditekan dari 4,06 persen menjadi 3,6 persen.
“Capaian ini tidak lepas dari semangat berdagang masyarakat serta meningkatnya kesadaran berusaha secara legal. Pada 2024, pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) meningkat empat kali lipat menjadi sekitar 10 ribu, menunjukkan masyarakat semakin sadar pentingnya legalitas berusaha,” jelasnya.
Fadly menambahkan, Pemerintah Kota Padang melalui program UMKM Naik Kelas terus mendorong pendampingan, pelatihan, dan inkubasi usaha bagi pelaku UMKM.
Kolaborasi antara pemerintah, universitas, dan HIPMI dinilai krusial untuk memajukan UMKM lokal.
“Melalui Progul UMKM Naik Kelas, setiap tahun kita targetkan 100 UMKM potensial, diseleksi menjadi 10 terbaik yang benar-benar kita dorong naik kelas. Kita juga memiliki Sentra Rendang di Koto Tangah dengan fasilitas mesin retort dan packaging modern untuk mendukung itu,” ujarnya.
Fadly menegaskan peran pemerintah sebagai fasilitator dan mediator lintas sektor, menekankan komunikasi terbuka antara pemerintah dan pelaku usaha sebagai kunci peningkatan investasi di Kota Padang.
“Perputaran uang di Kota Padang tahun lalu mencapai Rp952,1 miliar, terutama dari sektor UMKM. Pemerintah siap menjemput bola dan bersinergi agar ekonomi daerah terus tumbuh. Saya terbuka 24 jam untuk HIPMI,” tegasnya.
Selain Wali Kota Padang, panelis lain pada kegiatan ini adalah Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat Medi Iswandi, Ketua BPD HIPMI Sumatera Barat Dhanni Hariyono, serta perwakilan Badan Pengelola (BP) Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).(*)
Editor : Heri Sugiarto