Usaha pandai emas milik keluarga Bgd. Zainuddin ini berdiri sejak 1950-an dan menjadi salah satu usaha tertua di pusat perdagangan tersebut.
Kini, usaha turun-temurun itu dikelola oleh Rizal (51), anak dari almarhum Zainuddin. Rizal mulai mempelajari kerajinan emas sejak usia 18 tahun dan memutuskan melanjutkan usaha keluarga setelah sempat mencoba profesi lain.
“Saya pernah coba usaha lain, tapi ndak betah. Akhirnya kembali ke sini, meneruskan warisan orang tua,” ujar Rizal pada Kamis (13/11/2025).
Toko yang beroperasi setiap hari pukul 09.00–18.00 WIB ini melayani pelanggan dari berbagai daerah di Sumatera Barat.
Pesanan yang paling banyak dikerjakan adalah cincin batu permata dengan desain spesifik sesuai kebutuhan pelanggan. Batu yang digunakan berasal dari berbagai daerah, termasuk Pesisir Selatan.
Dalam sehari, Rizal dapat menyelesaikan satu cincin, tergantung tingkat kerumitan desain. Harga pembuatan ditentukan dari bahan yang digunakan, motif, serta jenis batu yang disematkan.
Selama ini, strategi pemasaran dilakukan melalui rekomendasi pelanggan, membuat basis pelanggan setia tetap terjaga.
Meski demikian, Rizal mengaku menghadapi tantangan dalam beberapa tahun terakhir. Pendapatannya kini berkisar di atas Rp10 juta per bulan, namun tidak setinggi sebelum tahun 2014.
Selain itu, sebagian peralatan yang digunakan sudah berusia tua dan membutuhkan pembaruan agar kualitas produksi tetap terjaga.
Dengan konsistensi dan loyalitas pelanggan, Rizal berharap usaha pandai emas keluarga Zainuddin dapat terus bertahan dan berkembang sebagai bagian dari sejarah kerajinan emas di Padang Teater Pasar Raya Padang.(CR3)
Editor : Hendra Efison