Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tren Thrifting di Padang Meningkat, Anak Muda Pilih Fashion Kalcer dan Item Vintage

Mengki Kurniawan • Senin, 24 November 2025 | 13:40 WIB

Tren thrifting di Kota Padang kian diminati anak muda, dengan permintaan tinggi pada item vintage, streetwear, dan gaya kalcer. (Foto: Mengki K/Padeks)
Tren thrifting di Kota Padang kian diminati anak muda, dengan permintaan tinggi pada item vintage, streetwear, dan gaya kalcer. (Foto: Mengki K/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Tren berburu pakaian bekas impor atau thrifting semakin berkembang di Kota Padang, Sumatera Barat.

Aktivitas ini kini menjadi bagian dari gaya hidup anak muda yang mengusung konsep fashion “kalcer” atau culture, dengan ciri khas tampilan unik, eklektik, dan berorientasi pada ekspresi diri.

Toko-toko thrifting di Padang tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat belanja murah, tetapi telah bertransformasi menjadi pusat referensi gaya berpakaian bagi komunitas pecinta streetwear, retro 90-an, hingga gaya indie.

Item yang dicari umumnya berupa jaket vintage, kaus band, denim klasik, serta pakaian bermerek internasional dengan harga terjangkau.

Salah satu pegiat komunitas streetwear di Padang, Rara Sentika (22), mengatakan pakaian thrift memberikan nilai orisinalitas karena potensi kesamaan model dengan orang lain relatif kecil.

Ia menyebut pakaian bekas berkualitas menjadi alternatif untuk mendapatkan barang vintage dengan harga terjangkau.

Hal serupa disampaikan Denny Anzar (20), yang menilai thrifting sebagai medium kebebasan berekspresi. Menurutnya, toko pakaian bekas menyediakan lebih banyak pilihan gaya personal dibanding produk massal.

Ia juga menilai aspek keberlanjutan menjadi faktor penting karena pembelian pakaian bekas dinilai dapat mengurangi limbah tekstil.

Sentra penjualan pakaian bekas seperti kawasan Pasar Raya Padang tetap menjadi lokasi favorit pemburu thrift, terutama akhir pekan.

Aktivitas jual beli di kawasan ini terpantau ramai, dengan pengunjung yang rela berdesakan demi mendapatkan barang incaran.

Seiring meningkatnya minat, toko-toko thrifting modern mulai bermunculan di sejumlah titik keramaian anak muda.

Toko-toko ini mengusung konsep kurasi barang atau curated, dengan tema tertentu seperti vintage band tees, denim lawas, hingga gaya Y2K, untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi pengalaman belanja.

Di sisi regulasi, aktivitas perdagangan pakaian bekas impor ilegal menjadi perhatian pemerintah pusat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan penolakan terhadap usulan legalisasi impor pakaian bekas dan menegaskan komitmen pemberantasan barang ilegal.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di kalangan pedagang di Padang yang selama ini mengandalkan pasokan barang impor.

Pelaku usaha dan konsumen berharap adanya kebijakan yang lebih jelas dan berimbang, khususnya dalam membedakan praktik penyelundupan dengan aktivitas usaha berbasis daur ulang dan penjualan ulang pakaian layak pakai yang telah melalui proses sterilisasi.

Tren thrifting di Padang saat ini tidak hanya menjadi alternatif belanja, tetapi telah berkembang sebagai bagian dari identitas gaya hidup dan budaya anak muda.(CR3)

Editor : Hendra Efison
#pakaian vintage impor #fashion kalcer Padang #toko pakaian bekas Padang #thrifting Padang #tren streetwear Padang