Usaha Es Tebu Lawang Asli milik Unyaldi (40), warga Pauh, kembali ramai didatangi pembeli setelah sebelumnya mengalami penurunan pendapatan.
Es tebu yang dijual menggunakan becak motor itu beroperasi di seberang Toko Pakaian Malioboro, Jalan Dr Moh Hatta, Pasar Ambacang.
Usaha yang berdiri sejak 2023 ini menjadi sumber penghasilan utama bagi Unyaldi untuk menafkahi istri dan dua anaknya.
Bahan baku tebu didatangkan langsung dari Lawang, Agam, yang dikenal memiliki tingkat kemanisan khas. Setiap pagi, Unyaldi membeli pasokan tebu di pasar.
“Biasanya saya beli satu ikat berisi sepuluh batang. Kalau cuaca tidak menentu, saya beli setengah ikat agar tidak rugi,” ujarnya, Sabtu (6/12/2025).
Satu ikat tebu dibeli seharga Rp70 ribu. Untuk mencegah kerugian, Unyaldi menyesuaikan jumlah stok terutama saat hujan berkepanjangan. Minuman tersebut dijual dengan harga Rp5 ribu per gelas.
Selama dua pekan terakhir, pendapatan Unyaldi menurun drastis. “Kadang hanya dapat Rp20 ribu sehari,” katanya.
Namun, kondisi kembali membaik setelah cuaca panas, dengan omzet harian mencapai Rp100 ribu atau lebih.
Ia mengakui persaingan antarpenjual cukup ketat sehingga menjaga kualitas menjadi keharusan. Jam operasional dimulai pukul 10.00 hingga 18.00 WIB.
Pengalaman merantau dan berdagang di sejumlah daerah seperti Jakarta dan Palu menjadi modal mental bagi Unyaldi untuk bertahan.
Momen khusus seperti hari wisuda di sekitar kawasan jualan turut meningkatkan penjualan secara signifikan.
“Sejak matahari bersinar lagi, pembeli mulai ramai. Semoga cuaca stabil agar kami bisa menabung untuk kebutuhan sekolah anak,” ujarnya.(*)
Editor : Hendra Efison