Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Perluas Pasar Halal Sasar Jepang-Negara D-8, Target Dagang USD 500 Miliar dengan Mesir, Iran, hingga Turki

Eri Mardinal • Selasa, 9 Desember 2025 | 08:32 WIB

 

Paviliun Halal Indonesia hadir di JFEX Winter 2025 dan dinobatkan sebagai paviliun internasional terbaik.
Paviliun Halal Indonesia hadir di JFEX Winter 2025 dan dinobatkan sebagai paviliun internasional terbaik.
PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah menggeber perluasan pasar global produk halal dan memperkuat kerja sama perdagangan internasional.

Dua capaian penting diraih pada awal Desember 2025, yaitu suksesnya Paviliun Halal Indonesia di Japan International Food & Beverage Expo (JFEX) Winter 2025, serta dorongan Indonesia agar kerja sama tarif di forum Developing-8 (D-8) ditingkatkan.

Kementerian Perindustrian mencatat hasil gemilang di JFEX yang berlangsung di Makuhari Messe, Chiba, Jepang. Paviliun Halal Indonesia yang menghadirkan 13 pelaku industri makanan-minuman, dinobatkan sebagai paviliun internasional terbaik. ”Tingginya minat pembeli Jepang membuktikan kualitas dan daya saing produk halal Indonesia,” ujar Kepala Pusat Industri Halal Kemenperin Kris Sasono Ngudi Wibowo di Jakarta kemarin (8/10).

Selama 3–5 Desember, Paviliun Halal Indonesia menarik 4.000 pengunjung dengan capaian transaksi dan komitmen hingga USD 10 juta. Termasuk penandatanganan letter of intent antara PT Ladang Sehat Indonesia dan TNC Okinawa senilai USD 225 ribu.

Kemenperin juga memfasilitasi 161 pertemuan bisnis dan memperkuat kerja sama sertifikasi halal melalui kunjungan ke lembaga halal di Jepang. ”Langkah ini memperkuat kredibilitas sertifikasi halal Indonesia di pasar global,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti mendorong peningkatan preferential trade agreement (PTA) negara D-8 menjadi free trade agreement (FTA) atau comprehensive economic partnership agreement (CEPA). ”Target perdagangan USD 500 miliar pada 2030 hanya bisa dicapai jika kerja sama tarif diperluas dan regulasi diselaraskan,” ujarnya.

Roro menilai sektor halal harus menjadi fokus utama, seiring meningkatnya kebutuhan global. Dia juga mengusulkan pembentukan advisory council di bawah D-8 Chamber of Commerce untuk memperkuat keterlibatan dunia usaha. Anggota negara D-8 adalah Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Mayoritas warganya adalah muslim.

Indonesia mencatat total perdagangan dengan D-8 sebesar USD 30,1 miliar pada Januari–September 2025, tumbuh 9,5 persen. Ekspor didominasi sawit, batu bara, tembaga, dan alumina. Indonesia siap menjadi tuan rumah TMC berikutnya dalam keketuaan D-8 periode 2026–2027. (*)

 

Editor : Eri Mardinal
#pasar halal #perdagangan internasional #kemenperin #JFEX 2025