Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Cabai Merah di Pessel Tembus Rp 90 Ribu per Kg

Fadli Zikri • Selasa, 16 Desember 2025 | 13:10 WIB

 

Pedagang cabai di Pasar Inpres Painan, Ahmad sedang melayani pembeli.
Pedagang cabai di Pasar Inpres Painan, Ahmad sedang melayani pembeli.
PADEK.JAWAPOS.COM—Harga cabai merah di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) mengalami kenaikan cukup tinggi hingga menembus Rp 90 ribu per kilogram. Lonjakan harga tersebut dipicu terbatasnya pasokan akibat banjir yang melanda sejumlah sentra pertanian dalam beberapa waktu terakhir ini.

Pantauan di Pasar Inpres Painan, Kecamatan IV Jurai, Senin (15/12) menunjukkan harga cabai melonjak tajam dibandingkan pekan sebelumnya di kisaran Rp 50.000 hingga Rp 60.000 per kilo. Cabai merah keriting asal Kerinci menjadi yang termahal, dijual hingga Rp 90.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang cabai di Pasar Inpres Painan, Ahmad 47, mengatakan harga cabai saat ini bervariasi tergantung daerah asal pasokan. Selain cabai Kerinci, cabai lokal dijual seharga Rp 80.000 per kilogram, sementara cabai asal Jawa dipasarkan sekitar Rp 75.000 per kilogram.

”Cabai merah keriting dari Kerinci sekarang Rp 90.000 per kilo. Kalau cabai lokal Rp 80.000, sedangkan dari Jawa Rp 75.000,” ujar Agus.

Menurutnya, kenaikan harga terjadi karena produksi cabai lokal menurun drastis. Banyak tanaman cabai petani rusak terendam banjir, sehingga pasokan sulit diperoleh.

”Petani cabai sekarang terbatas. Banyak kebun rusak akibat banjir kemarin, jadi kami harus keliling ke beberapa kecamatan untuk cari barang,” katanya.

Ia menjelaskan, sentra cabai di Pessel umumnya berada di Kecamatan Bayang Utara, Bayang, Koto XI Tarusan, Batang Kapas, Lengayang, hingga Kecamatan Ranah Pesisir. Namun sebagian besar lahan di beberapa kecamatan itu terdampak banjir.

Selain faktor cuaca, Pesisir Selatan saat ini juga berada di penghujung musim tanam kedua tahun 2025. Banyak petani beralih menanam padi, sehingga produksi cabai semakin berkurang.

Senada, pedagang cabai di Pasar Sago Kecamatan IV Jurai Agus, 47 menyebutkan pasokan cabai dari luar daerah seperti Jawa dan Kerinci Sungai Penuh ikut menurun.

”Biasanya cabai dari Kerinci datang banyak setiap hari pasar. Sekarang hanya beberapa karung saja, pedagang sampai berebut,” ungkapnya.

Akibat pasokan terbatas, cabai yang dijual pedagang kerap habis lebih cepat. ”Kadang belum jam 12 siang sudah habis. Biasanya bisa jual sampai sore,” tambah Agus.

Kenaikan harga cabai turut berdampak pada konsumen. Siel, 56, ibu rumah tangga warga Jalan Nuri, Nagari Painan Timur, mengaku terpaksa mengurangi jumlah pembelian.

”Biasanya beli satu kilo untuk stok seminggu. Sekarang paling setengah kilo karena harganya mahal,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pangan dan Perikanan Pessel, Yoli Aang Sofia mengatakan kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh gangguan produksi dan distribusi pascabencana banjir.

”Kami mencatat penurunan pasokan cabai akibat lahan pertanian terdampak banjir serta berkurangnya masa panen. Pemerintah daerah terus berkoordinasi untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga mendorong petani untuk kembali menanam cabai serta membuka akses pasokan antar wilayah guna menekan gejolak harga.

Sementara itu di Pasbar, harga beras mulai menunjukkan tanda-tanda kenaikan. Kondisi ini juga dipicu menipisnya ketersediaan stok di tingkat pedagang.

Salah seorang pedagang beras di Pasbar, Yuniarti, 50, mengungkapkan sempat mengalami kekosongan stok beras pada dua hari terakhir.

”Beras sempat kosong, ini baru masuk dua hari yang lalu, kalau nggak masuk juga toko saya kosong ni. Biasanya tidak pernah sampai kosong seperti ini, tapi sekarang pasokan memang agak sulit,” ungkap Yuniarti. 

Ia mengatakan, keterlambatan pasokan tersebut berdampak langsung pada ketersediaan beras di tokonya. Meski demikian, ia masih berupaya mencari pasokan dari agen lain agar kebutuhan pelanggan tetap terpenuhi.

Namun, harga beras yang diterimanya dari distributor sudah mengalami kenaikan. Kenaikan berkisar Rp 5-10 ribu per karung tergantung jenis dan kualitas berasnya, masing-masing berisi 10 kilogram per karung. (*)

 

 

Editor : Eri Mardinal
#pasokan cabai #cabai merah #Harga Pangan #pesisir selatan