Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

KPI Gandeng Mitra Global Kembangkan Teknologi WSA, Ubah Gas Buang Kilang Jadi Produk Bernilai

Hendra Efison • Selasa, 23 Desember 2025 | 16:43 WIB

PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menandatangani MoU dengan mitra Malaysia dan Denmark untuk kaji proyek WSA di kilang sebagai dukungan transisi energi dan dekarbonisasi.
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menandatangani MoU dengan mitra Malaysia dan Denmark untuk kaji proyek WSA di kilang sebagai dukungan transisi energi dan dekarbonisasi.
PADEK.JAWAPOS.COM—PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan tiga mitra internasional untuk menjajaki pengembangan proyek Wet Gas Sulphuric Acid (WSA) di kilang KPI di Indonesia.

Kerja sama ini melibatkan Sumisaujana TCM Chemicals Sdn Bhd dan SPCI HELM dari Malaysia, serta Topsoe A/S dari Denmark. Penandatanganan MoU berlangsung di Grha Pertamina, Jakarta, 19 November 2025.

Direktur Utama KPI Taufik Aditiyawarman menyatakan, kolaborasi ini bertujuan mengevaluasi potensi teknis dan komersial penerapan teknologi WSA di unit kilang KPI.

“Teknologi WSA mampu mengonversi gas buang kilang yang mengandung acid gas menjadi asam sulfat bernilai tinggi yang dibutuhkan industri hilir,” ujar Taufik.

Ia menjelaskan, produk asam sulfat dimanfaatkan oleh berbagai sektor, antara lain industri pupuk, kimia dasar, pertambangan, metalurgi, dan petrokimia.

Selain itu, proses WSA menghasilkan panas yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan uap sehingga meningkatkan efisiensi energi dan menekan emisi.

Taufik menambahkan, kerja sama ini menggunakan skema Build-Own-Operate-Transfer (BOOT).

Dalam skema tersebut, Topsoe berperan sebagai penyedia teknologi, SPCI HELM sebagai calon pembeli produk, dan Sumisaujana memimpin evaluasi teknis serta komersial proyek.

KPI akan menyediakan data teknis dan operasional, memfasilitasi kunjungan lokasi, serta menilai proposal pengembangan proyek.

Hasil evaluasi akan menjadi dasar penentuan kelanjutan kerja sama.

Direktur Eksekutif sekaligus CEO Sumisaujana, Encik Norazlam Bin Norbi, menyambut baik kolaborasi tersebut.

Menurutnya, kerja sama ini membuka peluang penerapan keahlian teknis dalam pengembangan solusi kilang terintegrasi di kawasan regional.

“Kolaborasi ini memungkinkan penilaian konversi gas asam kilang menjadi produk bernilai tambah, sekaligus mendukung kinerja lingkungan yang lebih baik,” kata Norazlam.

Taufik menegaskan, inisiatif ini sejalan dengan strategi transisi energi Pertamina, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), serta target Net Zero Emission 2060.

MoU ini juga menjadi dasar pertukaran data dan studi kelayakan menuju tahap penandatanganan Heads of Agreement (HoA).

PT KPI merupakan anak usaha Pertamina yang bergerak di bidang pengolahan minyak dan petrokimia serta terdaftar sebagai peserta United Nations Global Compact (UNGC).(*)

Editor : Hendra Efison
#transisi energi #Kilang Pertamina Internasional #kerja sama internasional #proyek WSA