Namun, kuncinya satu adalah kesiapan kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur.
Pemerintah optimistis jika proyek strategis nasional itu beroperasi penuh, RI akan surplus solar.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, RDMP Balikpapan akan menjadi game changer ketahanan energi nasional.
Kilang tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan surplus solar hingga 3–4 juta kiloliter per tahun.
”Target kami di 2026 tidak ada lagi impor solar. Kalau RDMP sudah jadi dan beroperasi penuh, kita justru surplus,” ujar Bahlil.
Namun, Bahlil mengingatkan, realisasi target tersebut sangat bergantung pada jadwal operasional kilang yang dikelola PT Pertamina (Persero).
Koordinasi intensif dengan perusahaan pelat merah itu terus dilakukan untuk memastikan transisi berjalan mulus.
Menurut Bahlil, apabila RDMP Balikpapan beroperasi penuh pada Maret 2026, maka impor solar masih mungkin dilakukan secara terbatas pada awal tahun. Langkah itu semata-mata untuk menjaga ketahanan pasokan nasional.
”Kalau Maret baru full, Januari–Februari mungkin masih ada impor kecil. Tapi kalau ternyata tidak perlu, ya tidak usah impor,” tuturnya.
Tak hanya mengejar swasembada, Kementerian ESDM juga menyiapkan peta jalan peningkatan kualitas solar nasional.
Saat ini, solar yang beredar sudah memiliki angka setana (Cetane Number) 51. Pemerintah menargetkan kualitas tersebut bisa ditingkatkan hingga setara standar Euro 5.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumatera Barat Sabtu 3 Januari 2026: Mayoritas Kota Berawan, BMKG Imbau Waspada
Bahlil mengakui, tantangan utama terletak pada kesiapan infrastruktur kilang eksisting. Meski demikian, pemerintah berkomitmen melakukan pemutakhiran teknologi secara bertahap.
”Memang infrastruktur kilang kita belum sepenuhnya siap. Tapi arah kebijakannya jelas, menuju standar Euro 5,” katanya. (*)
Editor : Eri Mardinal