Lonjakan ini menjadi rekor tertinggi baru sepanjang sejarah, dan memperpanjang reli emas sepanjang bulan ini.
Sejak awal pekan, harga emas sudah melonjak lebih dari 5 persen.
Ketegangan AS–Eropa Soal Greenland Tekan Pasar Global
Dikutip dari Investing, kenaikan harga emas terbaru ini terjadi ketika hubungan Amerika Serikat dan Eropa kembali memburuk akibat isu strategis Greenland.
Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa tidak ada kompromi terkait Greenland karena alasan keamanan di kawasan Arktik.
Ia juga mengancam menerapkan tarif terhadap negara-negara Eropa. Langkah tersebut semakin menekan pasar global yang sudah khawatir terhadap risiko perdagangan.
Di sisi lain, Presiden Prancis Emmanuel Macron menanggapi keras. Ia menekankan bahwa Eropa tidak akan tunduk pada “bully,” dan menambahkan bahwa hubungan antarsekutu seharusnya mengedepankan penghormatan dan kerja sama. Pernyataannya disampaikan di sela-sela World Economic Forum di Davos.
Namun demikian, Trump mencoba meredakan gejolak dengan mengatakan bahwa AS sedang mengupayakan solusi yang dapat diterima NATO.
Meski begitu, sikap hati-hati masih mendominasi pasar.
Investor semakin meningkatkan permintaan terhadap emas yang dianggap lebih aman, terutama setelah dolar AS melemah.
Pada Selasa, dolar turun sekitar 0,8 persen ke posisi terendah dua pekan.
Dolar AS Melemah, Logam Mulia Lain Ikut Bergerak
Selain itu, indeks dolar AS bergerak 0,2 persen lebih rendah selama perdagangan Asia pada Rabu.
Dolar yang lebih lemah membuat harga emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga meningkatkan permintaan logam mulia tersebut.
Sementara itu, pergerakan logam mulia lainnya bervariasi. Harga perak turun tipis ke US$93,9 per ounce setelah mencetak rekor baru US$95,87 pada Selasa.
Platinum sempat naik ke rekor US$2.519,51 per ounce, namun kemudian terkoreksi 0,6 persen ke US$2.450,9 per ounce.
Di pasar keuangan AS, gejolak semakin terasa. Semua indeks saham utama di Wall Street mencatat penurunan harian terdalam dalam tiga bulan.
Dolar AS juga mengalami pelemahan terbesar dalam satu bulan, sementara imbal hasil Treasury tenor 30 tahun terus mendekati level 5 persen.
Dengan ketegangan geopolitik yang meningkat dan pasar global bergejolak, investor diperkirakan tetap mencari perlindungan pada aset aman seperti emas dalam waktu dekat.(*)
Editor : Heri Sugiarto