PADEK.JAWAPOS.COM-Di tengah menjamurnya kuliner modern, makanan tradisional Minangkabau tetap memiliki tempat di hati masyarakat.
Salah satunya adalah Plantains_A, usaha pisang santan yang berdiri sejak 2018 dan dikenal sebagai pelopor pisang santan pertama di Kota Padang.
Usaha ini dirintis oleh Gunawan Ramadhani, yang sebelumnya bergerak di bidang otomotif. Perubahan arah usaha terjadi saat pandemi Covid-19 melanda.
Kondisi tersebut mendorong Gunawan beralih ke sektor kuliner sekaligus membuka peluang usaha baru bersama keluarga, setelah sang istri memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaan kantoran.
Nama Plantains_A diambil dari bahasa Inggris plantains yang berarti pisang, sementara huruf “A” merupakan inisial nama istri pendiri. Nama tersebut menjadi identitas usaha keluarga yang lahir dari keberanian memulai kembali di masa sulit.
Pada awalnya, Plantains_A berjualan secara sederhana di depan rumah di kawasan Alai Pasar Kopi. Berangkat dari kegemaran terhadap jajanan tradisional, usaha ini dibangun dengan mengedepankan cita rasa autentik.
Pisang santan yang diolah merupakan kuliner khas Bukittinggi, dengan bahan utama pisang, santan asli, gula aren, dan garam tanpa bahan pengawet.
Produk unggulan Plantains_A adalah pisang kapik, yakni pisang bakar yang disajikan dengan kuah santan kental serta dilengkapi roti tawar dan biskuit gabin. Perpaduan rasa manis dan gurih membuat menu ini digemari berbagai kalangan.
“Sebagai orang Minang, kami ingin ikut mempopulerkan makanan khas daerah agar tetap dikenal masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Gunawan.
Seiring waktu, Plantains_A mulai dikenal luas, terutama setelah direkomendasikan akun kuliner Awlapar pada awal masa pandemi Covid-19. Saat ini, Plantains_A beroperasi di kawasan GOR Haji Agus Salim, Padang, dan buka setiap Senin hingga Sabtu, mulai siang hari hingga pukul 22.00 WIB.
Waktu ramai pengunjung biasanya terjadi pada pukul 16.00 WIB, bertepatan dengan jam pulang kerja, serta pukul 20.00 WIB saat kawasan ramai dikunjungi anak muda. Dalam sehari, usaha ini mampu menjual hingga 200 porsi dengan kebutuhan sekitar 25 sisir pisang dan 20 butir kelapa.
Omzet yang diperoleh tidak hanya digunakan untuk menggaji karyawan, tetapi juga menjadi modal pengembangan usaha baru. Selain melayani pembelian langsung di lokasi, Plantains_A juga menerima pesanan melalui Instagram @plantains_a.
Kualitas rasa Plantains_A mendapat respons positif dari pelanggan. Salah seorang pengunjung, Zaky Raugah, mengaku rutin datang karena cita rasa khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
“Rasanya benar-benar terasa tradisional. Santannya kental, pisangnya pas dibakar, tidak terlalu manis, dan gurihnya seimbang. Ini pisang santan yang jarang ditemui di Padang,” ujarnya.
Menurut Zaky, penggunaan bahan alami serta konsistensi rasa menjadi kelebihan utama Plantains_A. “Selain rasanya enak, porsinya mengenyangkan dan cocok untuk semua usia,” tambahnya.
Dengan mempertahankan keaslian bahan dan cita rasa tradisional, Plantains_A membuktikan bahwa kuliner khas daerah tetap mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika kuliner modern Kota Padang. (Najma Asyalwa, Pelita Dwi Yanti S., Rama, Ririn Angraini, Syahrani H. Nabila: Mahasiswa I-Kom UPERTIS)
Editor : Novitri Selvia