Emas spot menguat 2,3% menjadi US$5.060,28 per ons pada 01.17 ET (13.17 WIB), sementara kontrak April naik 2,9% menjadi US$5.078,96 per ons.
Dikutip dari Investing, kenaikan ini terjadi setelah logam mulia tersebut rebound sejak Selasa, menyusul koreksi lebih dari US$1.000 pekan lalu.
Permintaan aset aman meningkat setelah laporan bahwa AS menembak jatuh drone Iran di Laut Arab dan kapal cepat Iran mendekati tanker terkait AS di Selat Hormuz.
Sentimen pasar sempat mereda oleh rencana pembicaraan AS–Iran pada Jumat, namun tekanan dari penguatan dolar dan ekspektasi kebijakan Federal Reserve di bawah kandidat ketua baru, Kevin Warsh, masih memengaruhi pergerakan emas.
Meski terkoreksi baru-baru ini, emas tetap mencatat kenaikan hampir 15% sejak awal 2026.
ANZ menyatakan faktor fundamental seperti permintaan aset aman, pembelian fisik, dan akumulasi bank sentral masih mendukung harga.
Logam mulia lainnya juga menguat; perak naik 2,8% menjadi US$87,4955 per ons dan platinum naik 3% menjadi US$2.286,72 per ons.
OCBC menilai rebound logam mulia menunjukkan meredanya tekanan penjualan, meski pemulihan masih sensitif terhadap dolar AS dan arah kebijakan The Fed.
OCBC mempertahankan target akhir 2026 untuk emas di US$5.600 per ons dan perak di US$133 per ons. (*)
Editor : Heri Sugiarto