Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Emas dan Perak Menguat di Asia, Investor Pantau Data Nonfarm Payroll dan CPI AS

Heri Sugiarto • Senin, 9 Februari 2026 | 13:36 WIB

Harga emas dan perak naik di Asia menjelang rilis data Nonfarm Payroll dan CPI Amerika Serikat.(Foto ilustrasi AI)
Harga emas dan perak naik di Asia menjelang rilis data Nonfarm Payroll dan CPI Amerika Serikat.(Foto ilustrasi AI)
PADEK.JAWAPOS.COM-Harga emas dan perak menguat di perdagangan Asia pada Senin (9/2/2026), setelah logam mulia mengalami fluktuasi tajam pekan lalu akibat permintaan safe haven yang melemah, aksi ambil untung, dan ketidakpastian kebijakan moneter AS.

Spot emas naik 1,6% menjadi $5.038,38 per ons pada pukul 13:03 WIB), sementara kontrak berjangka emas April meningkat 1,7% menjadi $5.064,04/oz. Spot perak melonjak 5,3% ke $82,1780/oz, naik dari level terendah sekitar $60/oz pekan lalu. Sementara itu, platinum stagnan di $2.105,13/oz.

Investing melaporkan, fokus minggu ini tertuju pada sejumlah data ekonomi penting AS, termasuk nonfarm payroll pada Rabu dan inflasi indeks harga konsumen (CPI) pada Jumat, yang diprediksi menjadi indikator arah kebijakan Federal Reserve.

Permintaan safe haven logam mulia menurun setelah AS dan Iran menunjukkan kemajuan dalam pembicaraan nuklir akhir pekan, dengan kedua pihak sepakat melanjutkan dialog mengenai ambisi nuklir Teheran.

Kandidat Presiden Federal Reserve, Kevin Warsh, memicu penguatan dolar pekan lalu, dan mendorong aksi jual logam mulia, dengan investor mengamankan keuntungan dari kenaikan emas dan perak sebelumnya.

Tahun ini, emas dan perak masing-masing naik 15% dan 5%, meski masih turun sekitar $600/oz dari rekor tertinggi awal Februari.

Data menunjukkan Bank Sentral Tiongkok (PBOC) membeli emas untuk bulan kelima belas berturut-turut pada Januari, mendukung pandangan bahwa emas tetap menjadi investasi menarik bagi lembaga besar.

Kenaikan belanja fiskal Jepang setelah kemenangan Perdana Menteri Sanae Takaichi menambah ketidakpastian global terhadap logam mulia.

Investor kini menanti rilis data CPI Tiongkok Jumat ini, yang kemungkinan memengaruhi ekspektasi stimulus ekonomi lebih lanjut di negara tersebut, seiring pasar menyesuaikan posisi jelang keputusan suku bunga dan indikator ekonomi AS yang krusial.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#data nonfarm payroll #harga emas #emas #ekonomi global #harga logam mulia #harga perak #CPI AS #Harga emas dan perak Asia