Pada perdagangan spot, harga emas turun 0,8% menjadi $5.016,28 per ons, sementara emas berjangka April turun 0,8% ke $5.041,60 per ons. Pergerakan ini terjadi ketika pasar menunggu data tenaga kerja dan inflasi AS yang dinilai menjadi penentu kebijakan moneter Federal Reserve.
Harga Emas Melemah Jelang Data Ekonomi AS
Dikutip dari Investing, penurunan harga emas terjadi di tengah kehati-hatian pasar menjelang rilis data nonfarm payrolls Januari pada Rabu (11/2/2026), dan data inflasi indeks harga konsumen (CPI) pada Jumat (13/2/2026). Kedua indikator tersebut menjadi pertimbangan utama Federal Reserve dalam menentukan arah suku bunga.
Selain emas, logam mulia lainnya juga mencatat penurunan. Harga perak spot turun 2,4% menjadi $81,2945 per ons, sedangkan platinum spot melemah 2% ke $2.081,71 per ons. Pergerakan ini terjadi meskipun dolar AS sempat melemah semalam sebelum kembali menguat tipis pada sesi Asia.
Volatilitas Pasar Dipicu Ketidakpastian Kebijakan The Fed
Pasar logam mulia mengalami fluktuasi tajam dalam sepekan terakhir. Kondisi ini dipicu aksi ambil untung serta posisi pasar yang dinilai terlalu panas setelah harga sebelumnya mencapai rekor tinggi.
Ketidakpastian kebijakan moneter juga meningkat menjelang potensi perubahan kepemimpinan Federal Reserve. Presiden AS Donald Trump menominasikan Kevin Warsh sebagai ketua The Fed berikutnya menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya berakhir pada Mei.
Warsh dipandang sebagai kandidat yang kurang dovish. Nominasi tersebut sempat memicu tekanan besar di pasar logam. Harga emas turun dari rekor mendekati $5.600 per ons, sementara perak merosot dari level di atas $120 per ons dan belum sepenuhnya pulih.(*)
Editor : Heri Sugiarto