Laporan: Two Efly, Batang Kapas
Di saat perekonomian mengalami perlambatan pada tahun 2025, manajemen PT BPR Batang Kapas mampu menyiasati kondisi tersebut dengan baik. Buktinya, secara agregat kinerja usaha tetap tumbuh double digit, mulai dari total aset, realisasi kredit, Dana Pihak Ketiga, hingga laba bersih usaha. Sementara itu, kualitas aktiva produktif juga terpantau semakin membaik seiring menurunnya rasio biaya serta meningkatnya kualitas kredit.
“Alhamdulillah, pada tahun 2025 kinerja PT BPR Batang Kapas lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Seluruh target yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) berhasil kami lampaui. Total aset tercapai Rp80,91 miliar, realisasi kredit Rp62,82 miliar, Dana Pihak Ketiga Rp67,66 miliar, serta laba bersih setelah pajak Rp1,22 miliar atau tumbuh 12,93 persen secara year on year. Kualitas aktiva produktif juga semakin membaik seiring menurunnya rasio biaya dan meningkatnya kualitas kredit,” ujar Direktur Utama PT BPR Batang Kapas Rizal Mahdi, didampingi Komisaris Utama Syofian Sara, Komisaris Yuri Hardian M, dan Direktur Afriani kepada Padang Ekspres, Selasa (10/2/2026).
Menurut Rizal, membaiknya kinerja pada tahun 2025 tidak terlepas dari berjalan baiknya rencana bisnis bank serta kerja keras seluruh karyawan dan karyawati PT BPR Batang Kapas. Sejumlah langkah strategis berhasil dijalankan dengan baik dan berdampak langsung pada peningkatan kinerja. Selain mencatatkan pertumbuhan usaha double digit, manajemen juga mampu melampaui target kerja yang tertuang dalam RBB.
Aset dan Dana
Berdasarkan publikasi kinerja tahun 2025, total aset PT BPR Batang Kapas tercatat sebesar Rp80,91 miliar. Capaian ini tidak hanya melampaui target RBB, tetapi juga tumbuh 13,17 persen secara year on year.
Peningkatan kinerja aset tersebut ditopang oleh membaiknya kinerja kredit dan Dana Pihak Ketiga. Hingga akhir tahun 2025, total Dana Pihak Ketiga tercatat sebesar Rp67,66 miliar atau tumbuh 10,93 persen secara year on year.
Dari dua produk penghimpunan dana, keduanya sama-sama berkontribusi terhadap pertumbuhan. Dana tabungan yang berhasil dihimpun mencapai Rp23,50 miliar atau tumbuh 8,79 persen secara year on year. Sementara itu, dana deposito terhimpun sebesar Rp44,16 miliar atau tumbuh 12,10 persen secara year on year.
Kredit dan Pendapatan
Pertumbuhan signifikan juga terlihat pada kinerja kredit. Target ekspansi kredit yang dituangkan dalam RBB berhasil dilaksanakan dengan baik. Per 31 Desember 2025, total kredit yang disalurkan mencapai Rp62,82 miliar atau tumbuh 15,55 persen secara year on year.
Pertumbuhan kredit tersebut berdampak langsung pada peningkatan pendapatan. Pendapatan bunga kontraktual tercatat sebesar Rp9,67 miliar atau tumbuh 15,50 persen secara year on year. Sementara itu, pendapatan lainnya tercatat sebesar Rp788 juta atau meningkat signifikan sebesar 287,23 persen secara year on year.
“Total pendapatan operasional yang berhasil dibukukan selama tahun 2025 mencapai Rp10,39 miliar. Capaian ini tumbuh 21,37 persen secara year on year,” ungkap Rizal Mahdi.
BOPO dan Laba
Selain meningkatkan aset, manajemen PT BPR Batang Kapas juga berhasil memperbaiki kualitas aktiva produktif. Rasio biaya berhasil ditekan, tercermin dari rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang berada pada angka 85,11 persen. Kualitas kredit juga membaik dengan rasio NPL net tercatat sebesar 3,55 persen.
“Aset yang bertumbuh, kredit yang meningkat, serta pendapatan operasional yang bertambah bermuara pada pencapaian laba. Laba bersih sebelum pajak tercatat Rp1,52 miliar, sedangkan laba bersih setelah pajak mencapai Rp1,22 miliar. Realisasi laba ini tidak hanya melampaui RBB, tetapi juga tumbuh 12,93 persen secara year on year,” jelas Rizal.
Sementara itu, Komisaris Utama PT BPR Batang Kapas, Syofian Sara, mengungkapkan bahwa capaian positif tersebut merupakan buah dari kerja keras manajemen serta evaluasi usaha yang dilakukan secara berkala.
“Kami berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja PT BPR Batang Kapas. Alhamdulillah, BPR ini mampu mencatatkan kinerja terbaik, melampaui target, dan seluruh indikator usaha tumbuh double digit,” ujar Bapak Syofian.
Berdasarkan data yang dihimpun Padang Ekspres, PT BPR Batang Kapas pascamerger memang mencatatkan lompatan kinerja yang cukup signifikan. Selain pertumbuhan aset yang pesat, Dana Pihak Ketiga dan penyaluran kredit juga tumbuh dengan baik. Keberhasilan manajemen melakukan penyesuaian kinerja pascamerger secara cepat membuahkan hasil positif dan mendapatkan apresiasi dari berbagai lembaga, mulai dari Infobank Award hingga penghargaan lainnya.
“Atas nama manajemen, kami menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak. Semoga pada tahun 2026 PT BPR Batang Kapas kembali mampu mencatatkan lompatan kinerja,” tutup Rizal Mahdi yang didampingi Syofian Sara dan Afriani. (*)
Editor : Hendra Efison