Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Emas dan Perak Turun di Asia Setelah Data Payrolls AS Tekan Prospek Pemangkasan Suku Bunga

Heri Sugiarto • Kamis, 12 Februari 2026 | 09:17 WIB

Harga emas tercatat melemah di pasar Asia setelah data payrolls AS lebih kuat dari perkiraan.(Foto ilustrasi AI)
Harga emas tercatat melemah di pasar Asia setelah data payrolls AS lebih kuat dari perkiraan.(Foto ilustrasi AI)
PADEK.JAWAPOS.COM-Harga emas dan perak bergerak turun pada perdagangan Asia, Kamis (12/2/2026), setelah data payrolls Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve.

Namun, penurunan harga terbatas karena permintaan aset aman masih berlanjut.

Sebagian besar kenaikan harga logam mulia sepanjang pekan ini tetap bertahan di tengah pelemahan dolar AS dan ketegangan antara Iran dan AS.

Dikutip dari Investing, harga spot emas turun 0,5 persen ke 5.060,47 dolar AS per troy ounce, sedangkan kontrak berjangka emas April melemah 0,3 persen ke 5.081,30 dolar AS per troy ounce pada pukul 08:32 WIB.

Harga spot perak turun 1,7 persen ke 82,8810 dolar AS per troy ounce. Sementara itu, harga spot platinum turun 1,1 persen ke 2.115,98 dolar AS per troy ounce.

Penurunan harga terjadi setelah rilis data nonfarm payrolls AS Januari yang mencatat hasil lebih kuat dari ekspektasi.

Data tersebut menekan spekulasi bahwa pelemahan pasar tenaga kerja akan mendorong pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Pasar kini memperkirakan peluang 94,1 persen bahwa The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret dan 78 persen pada April, berdasarkan CME FedWatch.

Pergerakan dolar AS sempat menguat setelah rilis data tersebut, sebelum stabil pada perdagangan Asia dan masih mencatat pelemahan mingguan seiring penguatan yen Jepang.

Indikator ekonomi lain yang dirilis pekan ini mencakup data inflasi Indeks Harga Konsumen AS untuk Januari yang dijadwalkan pada Jumat serta klaim pengangguran mingguan yang dirilis Kamis.

Permintaan aset aman tetap terjaga di tengah ketegangan antara AS dan Iran. Kedua negara menyebut adanya progres dalam pembicaraan nuklir akhir pekan lalu, sementara Washington dilaporkan bersiap mengirim kapal induk kedua ke Timur Tengah.

Presiden AS Donald Trump juga mengulangi pernyataan agar Iran menerima kesepakatan dengan Washington, dan bertemu Presiden Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#harga emas #Indeks Harga Konsumen AS #safe haven #pasar asia #payrolls AS #harga perak #Harga emas turun di Asia #suku bunga the fed