Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Emas Melonjak Tajam, Tarif 15% Donald Trump dan Dolar Melemah Dongkrak Permintaan Safe Haven

Heri Sugiarto • Selasa, 24 Februari 2026 | 00:45 WIB

Harga emas dunia mencatatkan kenaikan dalam empat hari beruntun pada Selasa (24/2/2026).(Foto ilustrasi: Gemini AI)
Harga emas dunia mencatatkan kenaikan dalam empat hari beruntun pada Selasa (24/2/2026).(Foto ilustrasi: Gemini AI)
PADEK.JAWAPOS.COM-Harga emas melanjutkan reli untuk sesi keempat pada Senin (23/2/2026), didorong kenaikan permintaan aset aman setelah tarif global baru 15% yang diumumkan Presiden AS Donald Trump menekan sentimen risiko dan dolar melemah.

Pada pukul 20:15 WIB, emas spot naik 1% menjadi $5.155,44 per ounce, sementara U.S. Gold Futures menguat 1,9% menjadi $5.175,76 per ounce.

Dikutip dari Investing, logam mulia tersebut juga naik lebih dari 1% sepanjang pekan lalu di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran.

Trump Tetapkan Tarif Global 15% Setelah Putusan Mahkamah Agung

Presiden AS mengumumkan tarif global sebesar 10% yang kemudian dinaikkan menjadi 15% untuk 150 hari berdasarkan Section 122 Undang-Undang Perdagangan AS, menyusul putusan U.S. Supreme Court (Mahmakah Agung AS) yang membatalkan tarif sebelumnya.

Pengumuman tersebut menekan pasar keuangan dan mendorong investor beralih ke aset lindung nilai seperti emas dan obligasi pemerintah AS.

Ketidakpastian mengenai durasi, cakupan tarif, serta potensi tantangan hukum dan parlemen turut meningkatkan volatilitas pasar.

Data Ekonomi AS Tekan Sentimen Pasar

Data ekonomi yang dirilis pekan lalu menunjukkan produk domestik bruto AS tumbuh 1,4% pada kuartal IV, melambat tajam dari kuartal sebelumnya.

Sementara itu, indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE)—indikator inflasi pilihan Federal Reserve—mencatat kenaikan 2,9% secara tahunan pada Desember, dengan core PCE di sekitar 3,0%, masih berada di atas target 2%.

Kombinasi perlambatan pertumbuhan dan inflasi yang tetap tinggi memperkuat permintaan emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi.

Rusia Jual Emas pada Januari

Pemerintah Rusia melaporkan bahwa bank sentral negara tersebut mulai menjual emas pada Januari, menjadi penurunan pertama sejak Oktober.

Data Bank of Russia menunjukkan cadangan emas turun sekitar 300.000 ounce menjadi 74,5 juta ounce, setelah harga emas mencapai rekor tertinggi sepanjang bulan tersebut.

Pergerakan Logam Mulia dan Industri

Harga perak naik 5,4% menjadi $86,825 per ounce, sementara platinum meningkat 0,4% menjadi $2.185,05 per ounce.

Di bursa logam, Benchmark Copper Futures di London Metal Exchange naik 0,1% menjadi $12.940,10 per ton, sedangkan U.S. Copper Futures turun 0,4% menjadi $5,8738 per pon.

Dalam catatan analis ING, putusan pengadilan tidak memengaruhi tarif sektor tertentu yang dikenakan atas dasar keamanan nasional, termasuk aluminium, baja, dan produk tembaga.

Meski demikian, kenaikan harga logam dasar terbatas karena sebagian tarif sektoral masih berlaku dan pemerintah AS berpotensi mengambil langkah perdagangan alternatif.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#as iran #emas #dolar melemah #cadangan emas Rusia #Aset aman investasi #harga emas malam ini #emas spot #harga emas naik #Tarif Trump #gold futures