Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Danantara Minta PTBA Buka Kembali Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto, Rekrut 1.000 Tenaga Kerja

Heri Sugiarto • Rabu, 25 Februari 2026 | 20:34 WIB

COO Danantara yang juga Kepala BP BUMN Dony Oskaria. (Foto: Dok. Humas)
COO Danantara yang juga Kepala BP BUMN Dony Oskaria. (Foto: Dok. Humas)
PADEK.JAWAPOS.COM-PT Bukit Asam (PTBA) sedang mengurus seluruh perizinan untuk membuka kembali Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto, dengan rencana awal aktivitas dimulai 2027.

Namun, COO Danantara yang juga Kepala BP BUMN Dony Oskaria, memerintahkan agar pembukaan dilakukan tahun ini. “Sekarang (2026) saja,” ujar Dony di Jakarta, Selasa (25/2-2026).

Proses Perizinan dan Dokumen Penting

Direktur Operasional PTBA, Ilham Yacob, menegaskan saat ini persiapan dokumen Amdal dan feasibility study (FS) sedang berlangsung.

“Benar ada rencana kita mau aktifkan kembali tambang di Ombilin, saat ini sedang proses perizinan dan Amdal serta FS. Dokumen ini sangat penting, tanpa itu aktivitas tidak bisa dilakukan. Jika sudah dibuka, ekosistemnya akan terbentuk dan punya dampak ekonomi yang bagus,” kata Ilham, Rabu siang.

Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno, menambahkan bahwa penambangan baru bisa dilakukan jika semua dokumen teknis, analisis biaya, operasional, kesiapan tenaga kerja, legal, regulasi, dan lingkungan telah lengkap dan mendapat persetujuan pemerintah.

Potensi Tambang dan Dampak Lapangan Kerja

Eko menyebut potensi tambang terbuka di Ombilin mencapai 2 juta ton, sementara tambang dalam sekitar 100 juta ton.

Jika dibuka kembali, baik tambang permukaan maupun dalam, diperkirakan akan menampung sekitar 1.000 tenaga kerja. Aktivitas ini diharapkan memberi dampak positif bagi Sawahlunto dan menghidupkan ekonomi lokal, terutama mengatasi kekurangan lapangan kerja di Sumatera Barat.

Sejarah dan Signifikansi Tambang Ombilin

Tambang Ombilin merupakan tambang batubara tertua di Indonesia, yang aktivitasnya menurun drastis sejak 25 tahun lalu. Deposit batubara ditemukan oleh peneliti muda Belanda, Willem Hendrik de Greve, pada 1867–1868. Berdasarkan catatan RDM Verbeek, total deposit mencapai 200 juta ton, terdiri dari 80 juta ton di Parambahan, sekitar 90 juta ton di Sungai Durian, dan 4 juta ton di Lurah Gadang.

Pemerintah Hindia Belanda secara resmi membuka tambang ini pada 28 Desember 1891 melalui surat keputusan Nomor 2 Tahun 1892.

Pembukaan tambang diiringi pembangunan jaringan kereta api, pelabuhan Emmahaven (Telukbayur), dan pabrik semen di Indarung.

Aktivitas ini memicu industrialisasi di pantai barat Sumatra dan menjadi warisan yang berdampak hingga sekarang, termasuk pertumbuhan Semen Padang.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#dony oskaria #tambang Ombilin Sawahlunto #izin dan amdal #pt bukit asam #Aktivasi tambang 2026 #Ilham Yacob #lowongan kerja ptba