Laporan: Two Efly, Agam
Istilah follow the business menjadi dalil yang relevan bagi industri keuangan. Perlambatan makroekonomi mulai berdampak signifikan terhadap kinerja lembaga keuangan. Hal yang sama juga terlihat pada kinerja PT BPR Mutiara Pesisir pada 2025.
“Secara kinerja usaha, kami masih bertumbuh pada 2025. Total aset yang mampu dicatatkan sebesar Rp44,57 miliar, realisasi kredit Rp25,33 miliar, dana pihak ketiga Rp32,65 miliar, dan laba bersih usaha Rp383 juta. Semoga pada 2026 kami bisa tumbuh lebih baik lagi,” ujar Direktur Utama PT BPR Mutiara Pesisir, Sri Mulyani, didampingi Direktur M. Abri Syani, kepada Padang Ekspres, kemarin.
Menurut Sri Mulyani, secara agregat kinerja usaha masih menunjukkan pertumbuhan. Secara year on year, total aset dan dana pihak ketiga masih mengalami kenaikan. Perlambatan justru terjadi pada penyaluran kredit, meski tidak terlalu signifikan.
Aset dan Dana
Dikutip dari laporan keuangan publikasi akhir 2025, total aset PT BPR Mutiara Pesisir tercatat sebesar Rp44,57 miliar atau tumbuh 9,56 persen secara year on year.
Pertumbuhan aset lebih ditopang oleh membaiknya kinerja penghimpunan dana. Per 31 Desember 2025, total dana pihak ketiga tercatat sebesar Rp32,65 miliar atau tumbuh 17,31 persen secara year on year.
Dari dua produk penghimpun dana, keduanya sama-sama berkontribusi terhadap pertumbuhan. Total tabungan yang dihimpun selama 2025 tercatat sebesar Rp20,85 miliar atau tumbuh 19,21 persen secara year on year. Sementara itu, dana deposito hingga akhir 2025 terhimpun sebesar Rp11,80 miliar atau tumbuh 14,11 persen secara year on year.
Berbeda dengan pertumbuhan dana pihak ketiga, beban bunga kontraktual justru mengalami penurunan dari Rp1,22 miliar pada 2024 menjadi Rp1,21 miliar pada 2025.
Kredit dan Pendapatan
Berbeda dengan dana pihak ketiga, realisasi kredit mengalami perlambatan. Per 31 Desember 2025, total kredit yang disalurkan tercatat sebesar Rp25,33 miliar. Mayoritas kredit tersebut tersalurkan pada kredit produktif bagi pelaku UMKM.
Perlambatan penyaluran kredit berbanding lurus dengan capaian pendapatan. Pendapatan bunga selama 2025 tercatat sebesar Rp5,22 miliar, sedangkan pendapatan lainnya sebesar Rp365 juta.
“Total pendapatan operasional yang mampu kami bukukan selama 2025 tercatat Rp5,59 miliar. Sementara itu, laba bersih usaha yang berhasil dibukukan sebesar Rp383 juta,” ujar Sri Mulyani.
Berdasarkan data yang dihimpun Padang Ekspres, PT BPR Mutiara Pesisir merupakan salah satu BPR yang bergerak pada segmen khusus. Nasabah dan mayoritas mitranya merupakan masyarakat pesisir pantai yang tersebar di Kabupaten Agam dan Padangpariaman.
Secara kemitraan, BPR ini berada di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta kerap menjadi perpanjangan tangan kementerian dalam melaksanakan program pemberdayaan masyarakat pesisir.
“Atas nama manajemen, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Semoga pada 2026 BPR Mutiara Pesisir dapat tumbuh lebih baik lagi,” tutup Sri Mulyani, didampingi Abri Syani.(*)
Editor : Hendra Efison