Laporan Two Efly, Silungkang
Manajemen PT BPRS Gajah Tongga Koto Piliang kembali mampu menorehkan catatan positif untuk kinerja tahun buku 2025. Seluruh indikator usaha berhasil tumbuh dua digit. Tidak hanya itu, kualitas aktiva produktif pun terpantau semakin membaik.
“Alhamdulillah, tahun 2025 kami masih mampu mencatatkan pertumbuhan usaha dua digit. Total aset tercatat Rp54,85 miliar, pembiayaan yang berhasil disalurkan sebesar Rp46,13 miliar, pendanaan yang mampu dihimpun Rp35,66 miliar, dan laba bersih usaha Rp1,91 miliar atau tumbuh 18,01 persen secara year on year,” ujar Direktur Utama PT BPRS Gajah Tongga Koto Piliang, Efi Mulya Putra, didampingi Direktur Yanti Afrina, kepada Padang Ekspres, kemarin.
Menurut Efi Mulya, keberhasilan manajemen membukukan pertumbuhan dua digit tidak terlepas dari pelaksanaan rencana kerja yang tertuang dalam Rencana Bisnis Bank (RBB). Sejumlah langkah strategis yang direncanakan berjalan dengan baik, mulai dari pendanaan, pembiayaan, hingga pengendalian biaya yang berdampak pada peningkatan laba.
Aset dan Pendanaan
Berdasarkan laporan akhir tahun 2025, total aset PT BPRS Gajah Tongga Koto Piliang tercatat sebesar Rp54,85 miliar. Capaian ini tumbuh 23,09 persen secara year on year dan berhasil melampaui target dalam RBB.
Pertumbuhan aset tidak terlepas dari membaiknya kinerja pembiayaan dan pendanaan. Hingga akhir 2025, total pendanaan yang berhasil dihimpun mencapai Rp35,66 miliar atau tumbuh 9,08 persen secara year on year.
Dari dua produk penghimpunan dana, keduanya sama-sama berkontribusi terhadap pertumbuhan. Tabungan Wadiah yang dihimpun selama 2025 tercatat Rp20,11 miliar atau tumbuh 13,29 persen secara year on year. Sementara itu, Deposito Mudharabah terhimpun Rp15,55 miliar atau tumbuh 4,08 persen secara year on year.
Pembiayaan dan Pendapatan
Pertumbuhan relatif tinggi juga terlihat pada kinerja pembiayaan. Total pembiayaan yang disalurkan selama 2025 tercatat Rp46,13 miliar atau tumbuh 15,22 persen secara year on year. Selain tumbuh, realisasi pembiayaan juga melampaui target yang tertuang dalam RBB.
“Tumbuhnya pembiayaan tentu berdampak pada pendapatan. Pendapatan dari penyaluran dana selama 2025 tercatat Rp8,051 miliar atau tumbuh 12,75 persen secara year on year. Sementara beban operasional yang ditanggung selama 2025 sebesar Rp4,18 miliar,” ujar Efi yang akrab disapa Alex.
Baca Juga: Hidup Mati di Haji Agus Salim! Semen Padang FC Wajib Tumbangkan PSIM demi Keluar dari Zona Degradasi
NPF, BOPO, dan Laba
Selain mencatat pertumbuhan usaha dua digit, manajemen PT BPRS Gajah Tongga Koto Piliang juga berhasil meningkatkan kualitas aktiva produktif. Hal ini terlihat dari membaiknya kualitas pembiayaan dengan capaian rasio Non Performing Financing (NPF) di angka 1,04 persen.
Dalam tata kelola usaha, prinsip efisien dan efektif mampu diterapkan dengan baik. Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berhasil ditekan hingga 70,44 persen. Capaian BOPO ini tergolong sangat baik untuk lembaga keuangan seperti BPR Syariah.
“Aset yang bertumbuh, pembiayaan yang meningkat, kualitas pembiayaan yang membaik, dan biaya yang terkendali berdampak positif terhadap laba. Laba bersih usaha berhasil ditingkatkan dari Rp1,61 miliar pada 2024 menjadi Rp1,91 miliar pada 2025 atau tumbuh 18,01 persen secara year on year,” ungkap Alex.
Dari data yang dimiliki Padang Ekspres, PT BPRS Gajah Tongga Koto Piliang merupakan satu-satunya BPR Syariah di wilayah operasional Kota Sawahlunto.
BPRS ini juga termasuk salah satu BPRS dengan kinerja terbaik di Sumatera Barat dalam lima tahun terakhir. Selain mencatat pertumbuhan signifikan, BPRS Gajah Tongga Koto Piliang dari tahun ke tahun juga berhasil meningkatkan perolehan labanya.
Keberhasilan manajemen dalam mengelola usaha tersebut pun berbuah apresiasi dari berbagai pihak. Tercatat sejumlah penghargaan berhasil diraih, di antaranya Infobank Syariah Award, The Best Finance Syariah Award, dan beberapa penghargaan lainnya.
Untuk penghargaan Infobank Award, PT BPRS Gajah Tongga Koto Piliang berhasil meraih peringkat terbaik pertama secara berturut-turut pada penghargaan tahun 2024 dan 2025 untuk kategori aset 25–50 miliar.
“Atas nama manajemen, kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama semua pihak. Semoga pada 2026 ini BPRS Gajah Tongga Koto Piliang dapat tumbuh lebih baik lagi,” tutup Alex. (***)
Editor : Hendra Efison