Bagi Yaumil, skema pembiayaan syariah terasa lebih jelas dan transparan sejak awal. Besaran margin dan cicilan sudah disepakati di awal, sehingga tidak ada perubahan selama masa pembayaran. “Yang membuat saya nyaman itu karena semuanya jelas dari awal. Berapa yang harus dibayar tiap bulan sudah pasti,” ujar Yaumil ketika diwawancarai wartawan Padang Ekspres, di Padang, kemarin (12/3).
Ia juga melihat pembiayaan syariah lebih selaras dengan nilai bisnis yang ia pegang. Selain bebas dari skema bunga yang fluktuatif, sistemnya dianggap lebih memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
Pembiayaan itu mulai dimanfaatkan sekitar 2023, setelah sebelumnya Yaumil banyak terlibat dalam berbagai kompetisi dan program yang berkaitan dengan ekonomi dan keuangan syariah. Dari situlah ketertarikannya pada sistem keuangan syariah semakin kuat. Pendanaan tersebut kemudian digunakan untuk mendukung ekspansi usaha, mulai dari pengembangan produk hingga operasional bisnis. Namun perjalanan bisnis Yaumil sendiri sebenarnya dimulai jauh sebelum itu—dari sebuah kegelisahan di bangku kuliah.
Usaha yang digeluti Yaumil ini tercetus saat menjadi mahasiswa keperawatan. Dia melihat ada persoalan serius di dunia kesehatan, khususnya profesi perawat. Stigma tentang perawat cukup banyak beredar di masyarakat. Ada yang menilai perawat kurang ramah, kurang kompeten, bahkan dipandang sebelah mata dibanding profesi kesehatan lainnya. Namun bagi Yaumil, persoalannya tidak berhenti pada stigma. Data ujian kompetensi nasional perawat saat itu menunjukkan angka kelulusan yang cukup rendah. Dari sekitar 20 ribu lulusan perawat di Indonesia, hanya sekitar 8 ribu yang dinyatakan lulus ujian kompetensi.
Artinya, lebih dari separuh lulusan belum memenuhi standar kompetensi untuk mendapatkan izin praktik. Bagi Yaumil, kondisi itu tidak bisa dianggap sepele. Jika tenaga kesehatan tidak memiliki kompetensi yang memadai, dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Dari kegelisahan itulah muncul ide sederhana: membuat platform yang membantu lulusan perawat mempersiapkan diri menghadapi ujian kompetensi Ide tersebut kemudian berkembang menjadi Appskep Indonesia, sebuah platform pembelajaran digital yang dirancang khusus untuk tenaga kesehatan. Konsepnya mirip layanan bimbingan belajar online. Pengguna dapat mengakses video pembelajaran, modul, latihan soal, try out, hingga diskusi bersama tutor.
Seluruh sistem dibuat berbasis teknologi agar bisa menjangkau mahasiswa dan lulusan kesehatan di berbagai daerah di Indonesia. Untuk menjaga kualitas materi, Yaumil menggandeng dosen, praktisi kesehatan, dan pengajar dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Saat ini, puluhan tutor terlibat dalam platform tersebut. Seiring waktu, pengguna platform ini terus bertambah. Hingga kini, lebih dari dua ribu pengguna telah memanfaatkan layanan tersebut, dengan sekitar tiga ribu pengguna aktif yang sedang mempersiapkan diri menghadapi ujian kompetensi.
Dalam salah satu periode program premium, sekitar 6.500 peserta mengikuti program pembelajaran di platform tersebut. Tingkat kelulusannya mencapai sekitar 92 persen. Bagi lulusan tenaga kesehatan, lulus ujian kompetensi adalah langkah penting untuk mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR) yang menjadi syarat utama untuk bekerja. Artinya, platform ini bukan hanya membantu proses belajar, tetapi juga membuka peluang karier bagi banyak tenaga kesehatan.
Dari sebuah ide yang lahir dari kegelisahan mahasiswa, Appskep Indonesia kini berkembang menjadi perusahaan edutech di bidang kesehatan. Selain layanan persiapan uji kompetensi, perusahaan juga mengembangkan berbagai layanan lain, seperti program persiapan CPNS tenaga kesehatan, pelatihan peningkatan kompetensi, layanan home care, hingga webinar dan pelatihan profesional. Perusahaan juga memproduksi buku-buku persiapan ujian untuk berbagai program studi kesehatan, mulai dari keperawatan, kebidanan, hingga gizi.
Gabungan berbagai lini bisnis tersebut membuat perusahaan mampu mencatat omzet hingga miliaran rupiah per tahun. Pada masa terbaiknya, pendapatan perusahaan bahkan sempat mencapai sekitar Rp5 miliar. Meski sempat mengalami penurunan pada 2025 akibat berkurangnya rekrutmen CPNS dan dampak efisiensi anggaran pemerintah, perusahaan mulai kembali tumbuh pada 2026 dengan peningkatan pendapatan sekitar 60 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Ke depan, Yaumil ingin membawa Appskep Indonesia ke tahap berikutnya. Salah satu rencananya adalah mengembangkan sistem pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (AI). Dengan memanfaatkan lebih dari 76 juta data latihan soal yang telah terkumpul, sistem akan mampu menyesuaikan pola belajar setiap pengguna. Dengan cara ini, pembelajaran bisa menjadi lebih personal dan efektif. Bagi Yaumil, tujuan akhirnya tetap sama sejak awal: membantu tenaga kesehatan Indonesia menjadi lebih kompeten. Karena dari kegelisahan kecil di bangku kuliah itulah, sebuah usaha lahir—dan kini berkembang menjadi bisnis yang memberi dampak bagi banyak orang. (*)
Editor : Eri Mardinal