Manajemen PT BPR Tjahaya Baru menorehkan kinerja yang sangat baik pada tahun 2025. Selain mampu menaikkan laba bersih usaha berkali-kali lipat, ekspansi kredit pun berjalan dengan baik. Sejak resmi beroperasi, kinerja tahun 2025 ini menjadi torehan terbaik dalam operasional usaha.
Laporan: Two Efly, Padang
Kinerja PT BPR Tjahaya Baru menorehkan lompatan besar pada tahun 2025. Selain total aset yang bertumbuh signifikan, besaran kredit, dana, dan laba bersih usaha juga meningkat tajam.
Seluruh indikator usaha bertumbuh double digit, sedangkan laba bersih usaha tumbuh triple digit.
“Alhamdulillah, kerja keras tim membuahkan hasil yang baik. Total aset mencapai Rp 19,44 miliar, realisasi kredit tercatat Rp 14,11 miliar, dan dana pihak ketiga terhimpun sebanyak Rp 6,57 miliar. Kinerja yang tak kalah bagus adalah capaian laba. Laba bersih usaha meningkat dari Rp 205 juta pada tahun 2024 naik tinggi menjadi Rp 1,01 miliar atau tumbuh 392,68 persen secara year on year,” ujar Direktur Utama PT BPR Tjahaya Baru, Eddy Febrian, yang didampingi direkturnya Marcelinus Joko Anggoro kepada Padang Ekspres, kemarin.
Baca Juga: Persib Perkasa! Hajar Semen Padang 2-0, Tanque Borong Gol, Teja Tembus 16 Clean Sheet
Menurut Eddy, pertumbuhan kinerja usaha yang signifikan merupakan hasil sinergi dan kerja keras tim.
Sejumlah rencana kerja yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank mampu diaplikasikan dengan baik di lapangan.
Hal inilah yang bermuara pada pertumbuhan usaha, mulai dari aset, kredit, dana pihak ketiga, hingga pencapaian laba.
Aset dan Dana
Dari audit akhir tahun 2025 dan laporan keuangan publikasi PT BPR Tjahaya Baru, tercatat total aset yang dibukukan sebesar Rp 19,44 miliar.
Baca Juga: Mentan: Indonesia Siap Hadapi El Nino 2026, Stok Beras 4,5 Juta Ton Terbesar Sepanjang Sejarah
Capaian aset ini tumbuh 31,17 persen secara year on year serta melampaui target yang dituangkan dalam Rencana Bisnis Bank.
Pertumbuhan aset yang sangat baik ini seiring dengan membaiknya fungsi intermediasi di PT BPR Tjahaya Baru, baik dalam penyaluran kredit maupun penghimpunan dana masyarakat.
Total dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun selama tahun 2025 tercatat Rp 6,57 miliar atau tumbuh 78,53 persen secara year on year.
Dari dua produk penghimpun dana, keduanya mencatatkan pertumbuhan yang sangat baik.
Total dana tabungan yang dihimpun selama tahun 2025 tercatat Rp 2,77 miliar atau tumbuh 163,8 persen secara year on year.
Baca Juga: Hasil Inter Miami vs Austin FC 2-2: Messi & Suarez Cetak Gol di Inaugurasi Nu Stadium
Sementara itu, dana deposito terhimpun sebesar Rp 3,8 miliar atau tumbuh 44,80 persen secara year on year.
Kredit dan Pendapatan
Kinerja yang lebih kuat terlihat pada realisasi kredit. Ekspansi kredit sepanjang tahun 2025 berjalan optimal. Per 31 Desember 2025, total kredit yang disalurkan mencapai Rp 14,11 miliar.
Capaian ini tumbuh 45,46 persen secara year on year dan melampaui target kredit dalam Rencana Bisnis Bank.
Pertumbuhan kredit memberikan dampak positif terhadap pendapatan. Pendapatan bunga yang dibukukan pada tahun 2025 tercatat Rp 2,88 miliar atau tumbuh 65,51 persen secara year on year.
Sementara itu, pendapatan lainnya tercatat Rp 1,13 miliar atau tumbuh 30,01 persen secara year on year.
“Total pendapatan operasional yang dibukukan sepanjang tahun 2025 tercatat Rp 4,02 miliar. Capaian ini tumbuh 54,61 persen secara year on year,” ujar Eddy Febrian.
ROA, BOPO, dan Laba
Selain mencatatkan pertumbuhan kinerja, manajemen PT BPR Tjahaya Baru pada tahun 2025 juga mampu meningkatkan kualitas aktiva produktif.
Biaya operasional berhasil dikendalikan secara efektif dan efisien, seiring menurunnya rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) ke angka 73,69 persen. Capaian ini tergolong sangat baik untuk industri Bank Perekonomian Rakyat.
Selain itu, manajemen juga mampu memaksimalkan pemanfaatan aset. Hal ini terlihat dari rasio Return on Assets (ROA) yang mencapai 6,10 persen.
Berdasarkan catatan Padang Ekspres, angka ini merupakan salah satu ROA tertinggi di antara BPR/BPRS di Sumatera Barat.
“Kredit yang bertumbuh dan pendapatan yang meningkat memberikan dampak positif terhadap laba. Laba bersih usaha berhasil ditingkatkan dari Rp 205 juta pada tahun 2024 menjadi Rp 1,01 miliar pada tahun 2025, atau tumbuh 392,68 persen secara year on year. Selain tumbuh signifikan, capaian ini juga melampaui target laba dalam Rencana Bisnis Bank tahun 2025,” ujar Eddy Febrian.
Berdasarkan data Padang Ekspres, PT BPR Tjahaya Baru merupakan salah satu BPR yang beroperasi di Kota Padang dan berkantor pusat di kawasan sentra ekonomi (Pondok).
Dari sisi kepemilikan, BPR ini dimiliki oleh salah satu pengusaha di bidang otomotif dan perhotelan di Kota Padang. Dari sisi operasional, BPR Tjahaya Baru tergolong relatif baru.
Bank ini mulai beroperasi sekitar lima tahun lalu setelah mengalami perubahan wilayah operasional, nama, dan kepemilikan.
“Atas nama manajemen, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama pemegang saham, yang telah memberikan dukungan maksimal. Semoga capaian positif ini dapat kami pertahankan pada tahun-tahun mendatang,” tutup Eddy Febrian. ***
Editor : Hendra Efison