PADEK.JAWAPOS.COM-Harga emas bergerak menguat tipis pada perdagangan Selasa (7/4/2026) seiring melemahnya nilai tukar dolar AS. Investor kini dalam posisi waspada memantau tenggat waktu (deadline) yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran untuk segera membuka kembali Selat Hormuz.
Dikutip dari Investing, berdasarkan data pasar pukul 16:04 WIB, harga emas spot naik 0,8% ke level $4.685,54 per ons, sementara emas berjangka untuk pengiriman Juni meningkat 0,6% menjadi $4.710,84 per ons.
Ketegangan mencapai puncaknya setelah Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital Iran jika kesepakatan pembukaan Selat Hormuz tidak tercapai.
Penutupan jalur pelayaran yang menjadi jalur bagi seperlima pasokan minyak dunia ini telah memicu lonjakan harga energi, yang berisiko mendorong inflasi global lebih tinggi.
Di sisi lain, Trump masih memberikan celah bagi resolusi diplomatik untuk mengakhiri perang yang bermula dari serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari lalu. Di sisi lain, Iran menuntut pencabutan sanksi dan jaminan keamanan sebagai syarat penyelesaian permanen.
Faktor Pendukung Harga Emas
Selain faktor geopolitik, harga emas juga mendapat sokongan dari aktivitas Bank Sentral China (PBOC) yang terus menambah cadangan emasnya selama 17 bulan berturut-turut.
Hingga akhir Maret, cadangan emas China tercatat mencapai 74,38 juta ons troi.
Namun, dalam skala bulanan, emas sebenarnya masih mengalami tren penurunan (turun lebih dari 8% dalam sebulan terakhir).
Hal ini disebabkan oleh ekspektasi bahwa bank sentral global akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu yang lebih lama guna meredam inflasi yang dipicu krisis energi.(*)