JAKARTA–Pertamina Patra Niaga kembali mencatatkan prestasi dengan meraih 12 penghargaan PROPER Hijau dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) 2025 yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
Capaian tersebut diraih melalui unit operasi di Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyampaikan bahwa 12 unit operasi yang meraih PROPER Hijau meliputi Aviation Fuel Terminal Minangkabau, AFT Hang Nadim, Integrated Terminal Teluk Kabung, Fuel Terminal Medan, FT Sei Siak, FT Pematangsiantar, FT Meulaboh, FT Krueng Raya, FT Sabang, IT Dumai, IT Lhokseumawe, dan FT Simeulue.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada kepatuhan operasional, tetapi juga mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam menjalankan bisnisnya.
Baca Juga: Sepablock Jadi Standar Huntap BNPB, Digunakan di Sumbar hingga Aceh
“Raihan 12 PROPER Hijau ini merupakan wujud komitmen kami dalam menjalankan operasional yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat, dengan terus mendorong inovasi, efisiensi energi, pengurangan emisi, serta program pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujar Fahrougi.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di berbagai wilayah operasional.
“Penghargaan ini menjadi bukti kerja keras tim di lapangan serta kolaborasi dengan berbagai pihak. Kami berharap capaian ini dapat terus memotivasi untuk menjaga lingkungan dan meningkatkan inovasi,” katanya.
Salah satu program unggulan yang berkontribusi dalam capaian PROPER Hijau adalah Program Sempadan Bahari yang diinisiasi oleh Fuel Terminal Medan.
Baca Juga: Indosat Gandeng Google, Hadirkan Akses Gemini AI untuk Pelanggan IM3 dan Tri
Program ini menghadirkan berbagai inovasi pengelolaan limbah dan pemberdayaan masyarakat, seperti budidaya maggot, pengolahan sampah anorganik menjadi produk ecocraft, serta pemanfaatan limbah kulit udang menjadi kitosan dan pakan ikan yang bernilai ekonomi.
Melalui program tersebut, terbentuk sistem pengelolaan sampah berkelanjutan yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan mendorong kemandirian ekonomi.
“Limbah kulit udang dapat diolah menjadi pakan ikan dan produk turunan bernilai tambah, sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan,” ujar Fahrougi.
Penghargaan PROPER Hijau tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, di Jakarta pada Selasa (7/4/2026).
Penghargaan ini diberikan kepada unit operasi yang dinilai memiliki kinerja unggul dalam pengelolaan lingkungan hidup serta pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. (*)
Editor : Hendra Efison