PADEK.JAWAPOS.COM-Harga minyak dunia melonjak lebih dari 8 persen setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut AS memblokade Selat Hormuz usai gagalnya perundingan damai AS-Iran di Pakistan.
Lonjakan tersebut mendorong Brent crude menembus $103 per barel, kembali melewati ambang psikologis $100 di tengah eskalasi ketegangan geopolitik.
Blokade Dipicu Gagalnya Perundingan di Islamabad
Donald Trump mengumumkan perintah kepada Angkatan Laut Amerika Serikat untuk memblokade Selat Hormuz setelah perundingan damai selama 21 jam di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.
Perundingan tersebut mempertemukan delegasi Amerika Serikat yang dipimpin J.D. Vance dengan delegasi Iran yang dipimpin Mohammad Bagher Ghalibaf.
Trump menyatakan Angkatan Laut AS akan menghentikan kapal yang masuk atau keluar dari jalur tersebut sebagai respons langsung atas kegagalan negosiasi.
Namun, US Central Command kemudian menjelaskan bahwa pembatasan difokuskan pada kapal yang menuju atau berasal dari Iran, sementara lalu lintas lain tetap diizinkan.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) memperingatkan bahwa setiap kapal militer yang mendekati Selat Hormuz akan dianggap melanggar gencatan senjata dan akan ditindak tegas.
IRGC juga membantah pernyataan militer AS yang menyebut dua kapal perang Amerika telah melintasi selat sebagai persiapan operasi pembersihan ranjau laut. Pihak Iran menilai klaim tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Jalur Energi Global Terganggu
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menyalurkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Ketegangan meningkat setelah konflik AS-Israel dengan Iran memicu pembatasan pelayaran di kawasan tersebut.
Harga minyak sebelumnya sempat menyentuh $119 per barel, sebelum turun di bawah $92 setelah gencatan senjata sementara diumumkan.
Meski Iran masih mengizinkan sejumlah kapal melintas dengan izin khusus, volume lalu lintas menurun drastis. Perusahaan intelijen maritim Windward mencatat hanya 17 kapal melintas pada Sabtu, jauh dari rata-rata sekitar 130 kapal per hari sebelum konflik.
Pasar Keuangan Global Tertekan
Ketidakpastian akibat kebijakan blokade juga berdampak pada pasar keuangan global. Bursa saham Asia dibuka melemah pada Senin.
Indeks Jepang, Nikkei 225, turun 0,9 persen, sementara KOSPI melemah lebih dari 1 persen.
Di Amerika Serikat, kontrak berjangka yang terkait S&P 500 juga turun sekitar 0,8 persen di luar jam perdagangan reguler.
Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran masih berlaku hingga 22 April, namun kegagalan perundingan di Islamabad meningkatkan ketidakpastian terhadap stabilitas pasokan energi dan pasar global.(*)
Editor : Heri Sugiarto