Manajemen PT BPR Bukit Cati Pematang Panjang berhasil menorehkan pertumbuhan usaha double digit pada tahun 2025. Total aset tercatat Rp 29,70 miliar, realisasi kredit sebesar Rp 11,77 miliar, dana pihak ketiga Rp 24,60 miliar, serta membukukan laba sebesar Rp 396 juta.
Laporan: Two Efly, Sijunjung
Kinerja usaha PT BPR Bukit Cati Pematang Panjang pada tahun buku 2025 menunjukkan pertumbuhan double digit. Seluruh indikator usaha tumbuh dengan baik, mulai dari kinerja aset, realisasi kredit, dana pihak ketiga, hingga perolehan laba.
“Alhamdulillah, tahun 2025 kami berhasil mencatat tren positif dan pertumbuhan usaha. Total aset tercatat Rp 29,70 miliar, realisasi kredit sebesar Rp 11,77 miliar, dan dana pihak ketiga Rp 24,60 miliar. Sementara itu, kinerja laba tumbuh sangat signifikan. Jika tahun 2024 masih berada pada posisi negatif, maka pada tahun 2025 berbalik menjadi laba sebesar Rp 396 juta atau tumbuh berkali-kali lipat,” ujar Direktur Utama PT BPR Bukit Cati Pematang Panjang, Eky Afdayanti, didampingi direkturnya Nasrudin kepada Padang Ekspres, kemarin.
Menurut Eky, membaiknya kinerja usaha pada tahun 2025 tidak terlepas dari pelaksanaan rencana kerja yang berjalan dengan baik, baik dalam penghimpunan dana maupun penyaluran kredit. Selain itu, optimalisasi penagihan kredit bermasalah juga berjalan efektif sehingga bermuara pada peningkatan laba.
Aset dan Dana
Berdasarkan laporan keuangan publikasi tahun 2025, total aset PT BPR Bukit Cati Pematang Panjang tercatat Rp 29,70 miliar. Capaian ini tumbuh 34,08 persen secara year on year. Selain tumbuh, realisasi aset juga melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2025.
Pertumbuhan aset didukung oleh membaiknya kinerja kredit dan penghimpunan dana. Total dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun selama tahun 2025 tercatat Rp 24,30 miliar. Realisasi ini tumbuh 35,52 persen secara year on year dan juga melampaui target RBB.
Dari dua produk penghimpunan dana, keduanya mencatat pertumbuhan double digit. Total dana tabungan tercatat Rp 20,60 miliar, tumbuh 34,37 persen secara year on year dan melampaui target RBB. Sementara itu, dana deposito tercatat Rp 3,70 miliar atau tumbuh 38,05 persen secara year on year.
Kredit dan Pendapatan
Tren yang hampir sama juga terjadi pada penyaluran kredit. Total kredit yang disalurkan sepanjang tahun 2025 tercatat Rp 11,77 miliar, tumbuh 7,48 persen secara year on year.
Pertumbuhan kredit berdampak positif terhadap kinerja pendapatan. Pendapatan bunga kontraktual tercatat Rp 2,36 miliar, sedangkan pendapatan lainnya sebesar Rp 646 juta atau tumbuh 651,16 persen secara year on year.
“Total pendapatan operasional yang berhasil kami bukukan selama tahun 2025 tercatat Rp 3,01 miliar atau tumbuh 12,30 persen secara year on year,” ungkap Eky Afdayanti.
BOPO dan Laba
Selain mencatatkan pertumbuhan usaha, ekspansi yang dilakukan juga diimbangi dengan pengendalian biaya. Prinsip pengelolaan usaha dijalankan secara efisien dan efektif. Per 31 Desember 2025, rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berhasil ditekan hingga 85,35 persen.
“Pertumbuhan kredit, peningkatan pendapatan operasional, serta efisiensi biaya menjadi faktor utama yang mendorong capaian laba. Laba berhasil meningkat dari posisi rugi pada tahun 2024 menjadi Rp 396 juta pada tahun 2025. Capaian ini tumbuh berkali-kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya,” jelas Eky.
Berdasarkan data yang dihimpun Padang Ekspres, PT BPR Bukit Cati Pematang Panjang merupakan salah satu BPR yang beroperasi di wilayah Kabupaten Sijunjung.
Secara kinerja, perusahaan ini tergolong baik meskipun sempat mengalami fluktuasi pada tahun 2024. Namun, berkat kerja keras tim, kondisi tersebut berhasil dibalik sehingga mampu kembali mencetak laba.
“Alhamdulillah dan terima kasih atas dukungan semua pihak. Semoga tren positif ini dapat kami pertahankan ke depan. Untuk itu, kami tetap membutuhkan dukungan semua pihak,” tutup Eky. ***
Editor : Hendra Efison