Pertumbuhan laba PT BPR Batang Palangki Mandiri jauh melampaui pertumbuhan aset. Hal ini terlihat dari kinerja perseroan pada tahun buku 2025.
Total aset tercatat sebesar Rp32,12 miliar, realisasi kredit Rp11,67 miliar, dan dana pihak ketiga Rp24,84 miliar. Sementara itu, laba bersih mencapai Rp666 juta atau tumbuh 56,70 persen secara year on year.
Laporan: Two Efly, Palangki
Manajemen PT BPR Batang Palangki Mandiri masih mampu menjaga tren pertumbuhan usaha dua digit pada 2025. Selain aset yang meningkat dan kredit yang bertambah, laba bersih usaha juga mengalami peningkatan signifikan.
Baca Juga: Nevi Zuairina Soroti Gula Rafinasi Masuk Pasar Konsumsi, Minta Benahi Tata Niaga Nasional
“Alhamdulillah, kami masih mampu menjaga tren pertumbuhan usaha pada 2025. Total aset tercatat Rp32,12 miliar, realisasi kredit Rp11,67 miliar, dan dana pihak ketiga Rp24,84 miliar. Sementara itu, laba bersih usaha meningkat dari Rp425 juta pada 2024 menjadi Rp666 juta pada 2025 atau tumbuh 56,70 persen secara year on year,” ujar Direktur Utama PT BPR Batang Palangki Mandiri, Eliza Jumnalistra, didampingi Direktur Seftina Ardian kepada Padang Ekspres, kemarin.
Menurut Eliza, keberhasilan menjaga tren pertumbuhan usaha tidak terlepas dari kerja keras tim dalam memaksimalkan pasar, baik dalam menghimpun dana maupun menyalurkan kredit.
Sejumlah langkah strategis yang telah disiapkan juga berjalan dengan baik di lapangan sehingga mendorong pertumbuhan usaha dan peningkatan kinerja.
Baca Juga: KTNA Dukung Swasembada Pangan, Perkuat Produksi Lewat Teknologi Pertanian
Aset dan Dana
Berdasarkan laporan keuangan publikasi PT BPR Batang Palangki Mandiri tahun buku 2025, total aset tercatat sebesar Rp32,12 miliar. Capaian ini tumbuh 15,91 persen secara year on year.
Pertumbuhan usaha tersebut tidak terlepas dari membaiknya fungsi intermediasi, baik dalam menghimpun dana maupun menyalurkan kredit.
Hingga akhir 2025, total dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun mencapai Rp24,84 miliar atau tumbuh 47,68 persen secara year on year.
Dari dua produk penghimpun dana, keduanya sama-sama berkontribusi terhadap pertumbuhan. Total tabungan yang dihimpun selama 2025 mencapai Rp22,11 miliar atau tumbuh 50,10 persen secara year on year dan melampaui target RBB.
Baca Juga: Hari Keempat, Pencarian 2 Bocah Hanyut di Pantai Ulakkarang Diperluas hingga 20 Mil Laut
Sementara itu, dana deposito tercatat sebesar Rp2,73 miliar atau tumbuh 30,62 persen secara year on year.
“Untuk pendanaan, kami lebih memaksimalkan dana tabungan. Langkah ini dilakukan untuk mengendalikan laju cost of fund yang berkontribusi terhadap peningkatan beban operasional,” ujar Eliza.
Kredit dan Pendapatan
Sejalan dengan dana pihak ketiga, kinerja kredit PT BPR Batang Palangki Mandiri juga tumbuh dua digit.
Hingga akhir 2025, total kredit yang disalurkan mencapai Rp11,67 miliar atau tumbuh 11,46 persen secara year on year.
Pertumbuhan kredit tersebut berdampak positif terhadap kinerja pendapatan, terutama pendapatan bunga.
Pendapatan bunga yang dibukukan mencapai Rp3,41 miliar atau tumbuh 32,17 persen secara year on year. Sementara itu, pendapatan lainnya tercatat sebesar Rp41 juta.
Baca Juga: Hari Kartini 2026, KAI Sumbar Bagi Souvenir untuk Penumpang Perempuan Lewat Sapa Kartini
“Total pendapatan operasional yang dibukukan sepanjang 2025 mencapai Rp2,45 miliar atau tumbuh 31,17 persen secara year on year. Capaian ini juga melampaui target yang telah ditetapkan dalam RBB,” ujar Eliza.
BOPO dan Laba
Selain meningkatkan aset dan realisasi kredit, manajemen PT BPR Batang Palangki Mandiri juga berhasil menerapkan tata kelola usaha secara efisien dan efektif.
Hal ini terlihat dari terkendalinya biaya operasional, dengan rasio BOPO (Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional) berada pada angka 78,22 persen.
Capaian BOPO tersebut tergolong baik untuk perbankan di klaster BPR yang umumnya masih bergantung pada dana mahal.
Baca Juga: IPOT Rilis Teknologi AI Real-Time untuk Trading Saham Lebih Cepat
“Pertumbuhan kredit, peningkatan pendapatan operasional, serta biaya yang terkendali memberikan dampak positif terhadap capaian laba. Laba bersih usaha meningkat dari Rp425 juta pada 2024 menjadi Rp666 juta pada 2025 atau tumbuh 56,70 persen secara year on year dan melampaui target dalam Rencana Bisnis Bank,” jelas Eliza.
Dari data Padang Ekspres, PT BPR Batang Palangki Mandiri merupakan salah satu BPR yang beroperasi di Kabupaten Sijunjung. Selain konsisten menunjukkan kinerja yang baik, pertumbuhan usahanya juga terus terpantau setiap tahun. Hal ini terlihat dari peningkatan aset, kredit, dan laba bersih yang terus membaik.
“Terima kasih atas kerja keras seluruh pihak. Semoga pada 2026 PT BPR Batang Palangki Mandiri dapat tumbuh lebih baik lagi,” tutup Eliza Jumnalistra. ***
Editor : Hendra Efison