Manajemen PT BPR Pembangunan Kabupaten Padang Pariaman (PKPP) pada tahun buku 2025 berhasil mencatatkan kinerja terbaik. Total aset mencapai Rp17,30 miliar, realisasi kredit Rp12,51 miliar, dana pihak ketiga Rp8,26 miliar, serta laba bersih usaha meningkat dari posisi minus menjadi Rp289 juta.
Laporan: Two Efly, Padangpariaman
Tren positif dengan pertumbuhan usaha double digit berhasil diraih manajemen PT BPR PKPP sepanjang 2025. Pertumbuhan terjadi pada seluruh indikator utama, mulai dari aset, kredit, dana pihak ketiga, hingga laba.
“Alhamdulillah, tahun 2025 kami berhasil mencatatkan pertumbuhan double digit. Total aset Rp17,30 miliar, realisasi kredit Rp12,51 miliar, dana pihak ketiga Rp8,26 miliar. Laba bersih usaha meningkat dari minus menjadi Rp289 juta,” ujar Direktur Utama PT BPR PKPP, Dedviandri, didampingi Direktur Syafrianto.
Baca Juga: Hendra Aswara: Energi Baru Padangpariaman
Menurut Dedviandri, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kerja cerdas seluruh tim. Bahkan, beberapa indikator menunjukkan pertumbuhan hingga triple digit.
Aset dan Dana
Berdasarkan laporan keuangan publikasi 2025, total aset PT BPR PKPP mencapai Rp17,30 miliar atau meningkat Rp2,95 miliar (20,55 persen) secara year on year. Capaian ini juga melampaui target dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2025.
Pertumbuhan aset didorong oleh penghimpunan dana dan ekspansi kredit. Dana pihak ketiga tercatat Rp8,26 miliar atau meningkat Rp6,33 miliar (22,37 persen) secara year on year.
Dari sisi produk, tabungan mencapai Rp5,32 miliar atau tumbuh 22,29 persen, sedangkan deposito sebesar Rp2,94 miliar atau meningkat 22,50 persen secara year on year.
Baca Juga: Tanahdatar Tutup Kegiatan ISI Padangpanjang, Dorong Pelestarian Budaya Lewat Nagari Creative Hub
Kredit dan Pendapatan
Penyaluran kredit juga mencatat pertumbuhan signifikan. Total kredit selama 2025 mencapai Rp13,11 miliar atau meningkat Rp1,297 miliar (18,69 persen) secara year on year, sekaligus melampaui target RBB.
Pertumbuhan kredit sejalan dengan peningkatan pendapatan. Pendapatan bunga tercatat Rp1,96 miliar atau tumbuh 22,27 persen. Sementara itu, pendapatan lainnya mencapai Rp767 juta atau melonjak 192,74 persen secara year on year.
“Total pendapatan operasional mencapai Rp2,72 miliar atau tumbuh 50,27 persen secara year on year,” kata Dedviandri.
Beban dan Laba
Efisiensi juga terlihat dari sisi operasional. Beban operasional pada 2025 tercatat Rp2,43 miliar atau turun 11,02 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Dukcapil Pusat Kunjungi Kota Solok, Raih Peringkat 3 Terbaik Layanan Adminduk Sumbar
Kombinasi pertumbuhan kredit, peningkatan pendapatan, serta efisiensi beban berdampak langsung pada kinerja laba. Laba bersih usaha yang sebelumnya negatif pada 2024, berbalik menjadi positif sebesar Rp289 juta pada 2025.
Berdasarkan data Padang Ekspres, PT BPR PKPP merupakan BPR yang mayoritas sahamnya dimiliki Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman. Perusahaan ini berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Sempat mengalami fluktuasi beberapa tahun lalu, kinerja perusahaan mulai menunjukkan pemulihan sejak 2024 hingga 2025. Tren positif terlihat dari peningkatan aset, pertumbuhan kredit, serta lonjakan laba.
“Terima kasih atas kerja keras dan dukungan semua pihak. Semoga tren positif ini dapat terus dipertahankan ke depan,” tutup Dedviandri. (***)
Editor : Hendra Efison