Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

DPR Dorong Digitalisasi dan Penguatan INKOSSUMA sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan

Heri Sugiarto • Selasa, 28 April 2026 | 15:12 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina, saat menyampaikan sambutan secara daring dalam RAT INKOSSUMA Tahun Buku 2025.(Foto: Tim NZ)
Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina, saat menyampaikan sambutan secara daring dalam RAT INKOSSUMA Tahun Buku 2025.(Foto: Tim NZ)

PADEK.JAWAPOS.COM-Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKS, Hj. Nevi Zuairina, menegaskan pentingnya penguatan koperasi perempuan sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan.

Hal itu disampaikan Nevi dalam kegiatan Silaturahmi Koperasi Salimah Nasional (SILATKOS) sekaligus Rapat Anggota Tahunan (RAT) INKOSSUMA Tahun Buku 2025 yang digelar secara luring di Semarang. Nevi hadir secara daring untuk memberikan sambutannya.

Dalam penyampaiannya, Nevi mengapresiasi konsistensi INKOSSUMA yang selalu menyelenggarakan RAT tepat waktu sebagai bentuk tata kelola koperasi yang sehat dan akuntabel.

Nevi menegaskan bahwa RAT merupakan forum tertinggi koperasi, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

“Penyelenggaraan RAT ini menjadi bukti bahwa INKOSSUMA dikelola secara profesional dan memiliki komitmen kuat terhadap prinsip-prinsip koperasi. Ini penting untuk menjaga kepercayaan anggota sekaligus memperkuat peran koperasi di tengah tantangan ekonomi global,” kata Nevi.

Sebagai mitra kerja Kementerian Koperasi dan UKM, Nevi menyebut DPR RI terus mendorong peningkatan kontribusi koperasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang ditargetkan mencapai 5,5 persen pada 2026.

Menurutnya, INKOSSUMA memegang peran strategis bukan hanya dalam fungsi ekonomi, tetapi juga fungsi sosial melalui pemberdayaan perempuan.

“Koperasi perempuan terbukti lebih tangguh dan memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi, termasuk dalam pengelolaan keuangan. Maka memperkuat INKOSSUMA berarti memperkuat ekonomi keluarga sekaligus fondasi ekonomi nasional,” ujar Legislator Sumbar II itu.

Nevi juga menyoroti urgensi transformasi digital untuk koperasi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Ia mendorong INKOSSUMA mengadopsi sistem digital dalam pengelolaan keuangan dan pelayanan anggota agar lebih efisien dan terintegrasi.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Dengan sistem yang terintegrasi, koperasi akan lebih mudah berkembang dan mampu menjawab kebutuhan zaman,” jelasnya.

Selain itu, Nevi menyampaikan bahwa Komisi VI DPR RI terus mengawal pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perkoperasian yang diarahkan untuk memodernisasi pengelolaan koperasi, termasuk memperkuat pengawasan, memperluas akses pembiayaan, dan mendukung digitalisasi koperasi.

Menutup sambutannya, Nevi berharap RAT INKOSSUMA tidak sekadar menjadi forum evaluasi tahunan, tetapi juga momentum untuk merumuskan strategi koperasi yang adaptif dan inovatif.

“Koperasi harus terus bertransformasi agar mampu menghadapi tantangan ekonomi yang dinamis. Saya yakin INKOSSUMA dapat menjadi contoh koperasi perempuan yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” pungkasnya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#INKOSSUMA #koperasi perempuan #RAT INKOSSUMA #ekonomi kerakyatan #nevi zuairina