PADEK.JAWAPOS.COM-Pasar saham global bergerak menguat, sementara harga minyak dunia justru melemah pada Rabu (27/5/2026), karena investor menilai keberlanjutan gencatan senjata yang masih rapuh antara Amerika Serikat dan Iran.
Saham-saham di kawasan Eropa tercatat naik 0,3 persen setelah pasar Asia lebih dulu menguat, termasuk rekor tertinggi baru pada indeks saham Jepang dan Korea Selatan yang dipicu oleh optimisme terhadap AI.
Di pasar energi, harga minyak mentah Amerika Serikat turun 2 persen menjadi 92,04 dolar AS per barel.
Sementara itu, minyak Brent melemah sekitar 1,5 persen ke level 98,07 dolar AS per barel setelah sebelumnya melonjak hampir 4 persen pada sesi perdagangan sebelumnya.
Kenaikan tajam sebelumnya dipicu serangan terbaru Amerika Serikat terhadap Iran yang meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.
Dikutip dari Al Jazeera, Analis Deutsche Bank menilai kesepakatan damai kemungkinan belum akan tercapai dalam waktu dekat meski jalur negosiasi masih berjalan.
Ketidakpastian tersebut membuat investor terus memantau perkembangan geopolitik, terutama dampaknya terhadap pasokan energi global dan stabilitas pasar keuangan.
Dolar AS dan Yen Jadi Sorotan Pasar
Reuters melaporkan, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan mata uang Negeri Paman Sam terhadap sekeranjang mata uang utama tercatat relatif stabil di level 99,07 setelah sebelumnya menguat 0,15 persen pada perdagangan Selasa.
Sementara itu, mata uang yen Jepang berada di kisaran 159,29 per dolar AS, mendekati level terendah pada Mei yang sebelumnya memicu intervensi mata uang oleh pemerintah Jepang.
Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, pada Rabu menyampaikan sikap hawkish dengan memperingatkan bahwa lonjakan harga minyak akibat perang dapat memperburuk inflasi di tengah kenaikan ekspektasi harga dan upah.
Di Eropa, anggota dewan European Central Bank, Isabel Schnabel, sehari sebelumnya juga mendukung kenaikan suku bunga pada Juni meski kesepakatan damai antara AS dan Iran tercapai.
Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi acuan AS 10 tahun turun 1,8 basis poin menjadi 4,473%, turun untuk hari ketiga berturut-turut ke level terendah sejak 14 Mei.
Iran Sebut Serangan AS Langgar Gencatan Senjata
Pemerintah Iran pada Selasa menyatakan serangan Amerika Serikat di dekat Strait of Hormuz merupakan pelanggaran serius terhadap gencatan senjata yang telah berlangsung hampir tujuh minggu.
Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat menyebut serangan tersebut bersifat defensif.
Ketegangan di sekitar Selat Hormuz menjadi perhatian pasar global karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama distribusi minyak dunia.(*)
Editor : Heri Sugiarto