PADEK.JAWAPOS.COM–Realisasi investasi di Padang menunjukkan pertumbuhan positif pada awal 2026. Sepanjang Triwulan I tahun ini, total modal yang masuk ke ibu kota Sumatera Barat tersebut tercatat menembus Rp643,6 miliar, dengan dominasi investasi berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang mencatat sektor jasa atau layanan masih menjadi penopang utama investasi di Kota Padang, dengan kontribusi lebih dari 96 persen terhadap total realisasi modal yang masuk.
Kepala DPMPTSP Kota Padang, Fauzan Ibnovi mengungkapkan, total realisasi investasi pada Triwulan I 2026 mencapai Rp643.629.798.126.
Dari jumlah tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) memberikan kontribusi terbesar dengan nilai sekitar Rp524 miliar.
Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang sekitar Rp119 miliar terhadap total investasi yang masuk ke Kota Padang.
“Jika dibedah berdasarkan sektornya, investasi di Kota Padang dikuasai sektor tersier atau penyediaan layanan yang mencakup hingga 96,24 persen dari total modal yang masuk,” kata Fauzan saat diwawancarai, Kamis (28/5/2026).
Berdasarkan data DPMPTSP, sektor tersier menjadi penyumbang terbesar investasi di Kota Padang pada awal tahun ini.
Berikut rincian kontribusi investasi berdasarkan sektor tersier (layanan/jasa) 96,24 persen, sektor sekunder: 4,66 persen dan sektor primer: 0,11 persen.
Dominasi sektor jasa menunjukkan aktivitas ekonomi perkotaan di Padang masih menjadi daya tarik utama bagi investor domestik maupun asing.(*)
Editor : Heri Sugiarto