Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Transformasi Jaringan Telekomunikasi Indonesia Memasuki Era AI, Integrasi 5G dan Kecerdasan Buatan Kian Dipercepat

Hendra Efison • Rabu, 10 Juni 2026 | 11:25 WIB
Vikram Sinha, President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison (kiri), bersalaman dengan Justin Hotard, President dan CEO Nokia, usai mengumumkan kerja sama pengembangan jaringan 5G berbasis AI di Indonesia. (Dok Indosat)
Vikram Sinha, President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison (kiri), bersalaman dengan Justin Hotard, President dan CEO Nokia, usai mengumumkan kerja sama pengembangan jaringan 5G berbasis AI di Indonesia. (Dok Indosat)

PADEK.JAWAPOS.COM— Transformasi industri telekomunikasi Indonesia memasuki babak baru seiring berkembangnya integrasi teknologi jaringan generasi kelima (5G) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Perpaduan kedua teknologi tersebut dinilai akan menjadi fondasi utama dalam mendukung layanan publik, sektor industri, hingga pertumbuhan ekonomi digital nasional dalam beberapa tahun mendatang.

Perkembangan tersebut ditandai dengan kolaborasi strategis antara Indosat Ooredoo Hutchison, Nokia, dan NVIDIA dalam membangun infrastruktur jaringan berbasis AI atau AI-RAN (Artificial Intelligence Radio Access Network). Melalui teknologi ini, jaringan telekomunikasi tidak hanya berfungsi sebagai sarana konektivitas, tetapi juga menjadi platform kecerdasan yang mampu mengolah data dan mendukung berbagai layanan digital secara lebih efisien.

President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan transformasi jaringan berbasis AI menjadi langkah penting untuk menghadirkan pengalaman digital yang lebih baik bagi masyarakat.

"Bersama Nokia dan NVIDIA, kami membangun fondasi jaringan terintegrasi AI yang akan meningkatkan kualitas konektivitas serta menghadirkan pengalaman digital yang lebih lancar bagi setiap pelanggan," kata Vikram dalam keterangan resminya, Rabu (10/6/2026).

Baca Juga: Dari PKH hingga Atensi, Ini 6 Program Kemensos yang Jadi Andalan Perlindungan Sosial 2026

Menurut dia, pengembangan jaringan berbasis AI akan memperkuat kesiapan Indonesia dalam menghadapi gelombang inovasi digital berikutnya sekaligus memperluas akses terhadap layanan digital yang lebih inklusif.

Jaringan 5G Jadi Fondasi Ekonomi Digital

Di tengah meningkatnya kebutuhan konektivitas, penguatan jaringan 5G menjadi salah satu agenda utama industri telekomunikasi. Teknologi ini menawarkan kecepatan transfer data yang lebih tinggi, latensi rendah, serta kapasitas jaringan yang lebih besar dibanding generasi sebelumnya.

Melalui modernisasi jaringan yang dilakukan, penerapan 5G pita frekuensi rendah akan menjangkau seluruh jaringan, sementara 5G pita frekuensi menengah ditargetkan mencakup sekitar 80 persen jaringan dalam kurun 3,5 tahun ke depan.

Dengan dukungan teknologi terbaru, jaringan yang dibangun tidak hanya mampu meningkatkan kualitas layanan bagi pelanggan ritel, tetapi juga membuka peluang baru bagi dunia usaha dan sektor publik.

President dan CEO Nokia, Justin Hotard, menilai evolusi industri telekomunikasi saat ini ditentukan oleh kemampuan operator dalam menggabungkan konektivitas, kecerdasan, dan skala operasional.

Baca Juga: Daihatsu Sigra dan Rocky Raih Penghargaan di OTOMOTIF Award 2026

"Jaringan masa depan tidak hanya memperluas cakupan 5G, tetapi juga mendukung lebih banyak layanan berbasis AI dan menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat maupun industri," ujarnya.

AI Didorong Masuk ke Berbagai Sektor Strategis

Integrasi AI ke dalam jaringan telekomunikasi diyakini akan mempercepat pemanfaatan teknologi cerdas di berbagai sektor. Mulai dari layanan publik, kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga industri manufaktur diperkirakan akan memperoleh manfaat dari konektivitas yang semakin andal dan kemampuan pengolahan data secara real time.

NVIDIA bersama Nokia dan Indosat saat ini juga tengah menyiapkan pengembangan AI-RAN yang akan memasuki tahap uji coba lapangan di Indonesia pada akhir 2026. Langkah tersebut menjadi kelanjutan dari keberhasilan demonstrasi panggilan AI-RAN yang diperkenalkan pada ajang Mobile World Congress 2026.

Senior Vice President Telecoms NVIDIA, Ronnie Vasishta, mengatakan jaringan 5G kini berkembang menjadi platform kecerdasan yang dapat menghadirkan berbagai aplikasi baru.

Baca Juga: Manchester United Umumkan Jadwal Pramusim 2026, Lawan PSG, Atletico Madrid dan AC Milan

"Dengan AI-RAN, AI dan konektivitas dapat berjalan berdampingan untuk meningkatkan efisiensi, menghadirkan layanan baru, dan mendukung transformasi digital dalam skala besar," kata Ronnie.

Dorong Inklusi Digital Nasional

Transformasi jaringan berbasis AI juga diproyeksikan menjadi pendorong utama pemerataan akses digital di Indonesia. Infrastruktur yang lebih cerdas dan efisien memungkinkan layanan digital menjangkau lebih banyak wilayah, termasuk daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses teknologi.

Selain meningkatkan kualitas layanan komunikasi, integrasi 5G dan AI juga membuka peluang pengembangan ekonomi digital nasional melalui lahirnya berbagai inovasi baru berbasis data dan kecerdasan buatan.

Bagi Indonesia yang tengah mendorong percepatan transformasi digital, kolaborasi antara industri telekomunikasi dan teknologi global tersebut menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun ekosistem digital yang lebih kuat, kompetitif, dan berkelanjutan di masa depan.(*)

Editor : Hendra Efison
#jaringan 5G berbasis AI #AI-RAN Indonesia #Indosat Nokia NVIDIA #ekonomi digital nasional 2026 #transformasi digital Indonesia