PADEK.JAWAPOS.COM – Harga emas dunia turun ke level terendah dalam lebih dari enam bulan pada Kamis (11/6/2026), setelah serangan terbaru Amerika Serikat ke Iran mendorong kenaikan harga minyak dan memperdalam kekhawatiran pasar terhadap inflasi serta suku bunga yang bertahan tinggi.
Dikutip dari Reuters, harga emas spot turun 0,2 persen menjadi 4.063,87 dolar AS per ons pada pukul 07.43 GMT. Angka tersebut menjadi level terendah sejak 21 November 2025.
Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus turun 1,1 persen menjadi 4.086,50 dolar AS per ons.
Penurunan harga emas terjadi setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap sejumlah target di Iran.
Operasi tersebut dilakukan beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan melancarkan serangan lanjutan apabila tidak tercapai kesepakatan damai.
Sementara itu, Al Jazeera melaporkan harga minyak dunia melonjak setelah Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz menyusul serangan Amerika Serikat terhadap sejumlah target di Iran.
Minyak mentah Brent naik 2,47 persen menjadi 95,40 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 2,89 persen menjadi 92,63 dolar AS per barel.
Kenaikan harga minyak memperdalam kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan prospek suku bunga yang tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Data terbaru menunjukkan inflasi konsumen Amerika Serikat pada Mei 2026 mencatat kenaikan tercepat dalam tiga tahun terakhir. Kenaikan harga energi di tengah konflik Timur Tengah disebut turut mendorong laju inflasi tersebut.
Kondisi itu memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini hingga 2027.
Pelaku pasar kini menunggu rilis data Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) Amerika Serikat untuk Mei 2026 yang dijadwalkan terbit pada Kamis ini.
Data tersebut menjadi salah satu indikator yang diperhatikan investor untuk menilai arah kebijakan moneter Federal Reserve.
Pergerakan juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot turun 0,9 persen menjadi 63,15 dolar AS per ons. Platinum melemah 0,6 persen menjadi 1.655,06 dolar AS per ons, sedangkan palladium naik 1 persen menjadi 1.225,25 dolar AS per ons. (*)
Editor : Heri Sugiarto