PADEK.JAWAPOS.COM – Harga emas dunia naik lebih dari 2 persen pada perdagangan Asia, Senin (15/6/2026), setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.
Kesepakatan tersebut memicu kenaikan saham di Asia Pasifik l, penurunan harga minyak, melemahnya dolar AS, serta meredakan sebagian kekhawatiran pasar terkait inflasi dan potensi kenaikan suku bunga.
Dikutip dari Investing, harga emas spot naik 2,3 persen menjadi 4.317,32 dolar AS per ons pada pukul 08:48 WIB. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus menguat 2,4 persen menjadi 4.338,75 dolar AS per ons.
Penguatan tersebut memperpanjang pemulihan harga emas setelah pekan lalu sempat menyentuh level terendah dalam enam bulan di sekitar 4.000 dolar AS per ons.
Selain emas, harga logam mulia lainnya juga menguat. Perak naik 3,3 persen menjadi 70,24 dolar AS per ons, sedangkan platinum menguat 3,2 persen menjadi 1.776,60 dolar AS per ons.
Pejabat Amerika Serikat dan Iran pada Minggu menyatakan telah mencapai kerangka perdamaian yang mencakup penghentian permusuhan, berakhirnya blokade Amerika Serikat terhadap Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur penting pengiriman minyak dunia.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang memediasi gencatan senjata itu mengatakan kesepakatan damai itu dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat mendatang.
Pengumuman tersebut mendorong penurunan tajam harga minyak mentah. Harga Brent turun lebih dari 4 persen ke sekitar 84 dolar AS per barel seiring ekspektasi kembali mengalirnya pasokan minyak dari kawasan Teluk dan berkurangnya risiko gangguan pasokan.
Dolar AS juga melemah terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Indeks Dolar AS terakhir tercatat turun 0,2 persen.
Selama konflik berlangsung, emas justru berada di bawah tekanan meskipun dikenal sebagai aset lindung nilai atau safe haven. Lonjakan harga minyak selama perang meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memicu ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama.
Kondisi tersebut sebelumnya menguatkan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, sehingga mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Setelah pengumuman kesepakatan damai, ekspektasi pasar terhadap pengetatan kebijakan moneter lanjutan di Amerika Serikat mulai mereda.(*)
Editor : Heri Sugiarto